Netanyahu Klaim 18 Tersangka Pelaku Kebakaran Dahsyat Sudah Ditangkap, Faktanya Hanya 3 Orang
Kebakaran hebat masih melanda Israel selama dua hari berturut-turut.
Kebakaran hutan hebat melanda Dewan Regional Mateh Yehuda, Yerusalem pada Rabu (30/4) sedikitnya melukai 21 petugas pemadam kebakaran dan mengancam rumah-rumah di beberapa kota.
Meskipun Otoritas Pemadam Kebakaran mengatakan terus berupaya dengan “intensitas penuh,” penduduk dari hampir selusin komunitas yang dievakuasi diizinkan untuk kembali ke rumah. Hal tersebut terjadi setelah laju api dihentikan dan semua jalan dibuka kembali.
Sementara itu, dinas pemadam kebakaran belum secara resmi menentukan penyebab kebakaran dahsyat yang terjadi di daerah Latrun, yang memutus Jalan Raya 1 antara Yerusalem dan Tel Aviv. Selama berjam-jam, mereka tidak mengonfirmasi hal tersebut berjam-jam, dan Perdana Menteri Netanyahu mengindikasikan bahwa pembakaran disengaja ini memiliki peran yang besar.
Hasutan
“Ini bukan masalah sederhana, ada kerusakan alam dan ada juga campur tangan manusia. Kami saat ini menahan 18 orang yang diduga melakukan pembakaran, dengan satu orang yang tertangkap basah,” kata Netanyahu seperti dikutip dari All Israeli News, Jumat (2/5).
Di sisi lain, sumber-sumber kepolisian mengatakan kepada media bahwa hanya tiga dari 18 orang yang terlibat langsung dengan pembakaran yang disengaja itu. Yang lainnya mungkin ditangkap karena hasutan untuk melakukan pembakaran.
“Kami bekerja keras di sini. Sementara tetangga kami yang mengaku mencintai tanah ini justru menyulut hasutan dan berbicara tentang membakarnya. Sebaliknya, kamilah yang benar-benar mencintai tanah ini dan berusaha menjaganya,” jelas Netanyahu.
Meski beberapa laporan menyebutkan bahwa sebagian kebakaran dipicu oleh perbuatan yang disengaja, kebakaran utama di dekat Latrun bermula di area yang dua hari sebelumnya telah mengalami kebakaran besar yang berhasil dipadamkan. Hal tersebut menimbulkan kemungkinan bahwa api kembali menyala dan menyebar dari lokasi tersebut secara alami.
Kemarin, Otoritas Pemadam Kebakaran menyatakan akan mengerahkan “upaya maksimal” pada awal siang hari untuk mencapai kendali penuh pada sore hari, sebelum akhirnya angin diperkirakan kembali menguat.
Kebakaran mulai terjadi pada Rabu di tengah cuaca panas dan kering yang dipicu angin gurun, angin tersebut disebut sebagai ‘hamsin’ dalam bahasa arab dan ‘sharav’ dalam bahasa Ibrani. Suhu di sana turun hampir 10 derajat celcius dan hujan ringan sempat turun di beberapa wilayah.
Menurut informasi terbaru, 93 tim masih terlibat dalam "pemadaman intensif" untuk menghentikan penyebaran api. Ada beberapa titik api yang aktif di daerah Latrun, Burma Road, Eshtaol, Mesilat Tzion, Ta'oz, Canada Park, dan Sha'ar HaGai.
Reporter Magang: Devina Faliza Rey