Dua Negara Ini Tolak Kirim Pesawat Pemadam Api ke Israel
Kebakaran dahsyat melanda wilayah Israel pada Rabu (30/4), menyebabkan jalan-jalan ditutup dan warga dievakuasi.
Kebakaran hutan besar telah melanda Israel, memaksa pemerintah untuk mengumumkan keadaan darurat nasional. Api yang menyebar dengan cepat di dekat Yerusalem telah mengancam ratusan warga sipil, dan beberapa komunitas terpaksa dievakuasi. Meskipun belum ada laporan korban jiwa, situasi ini sangat serius dan membutuhkan upaya besar untuk mengendalikan kebakaran yang meluas.
Pemerintah Israel telah mengerahkan pasukan militer untuk membantu petugas pemadam kebakaran dalam upaya memadamkan api dan juga meminta bantuan beberapa negara untuk memadamkan api yang semakin meluas.
Namun Yunani dan Siprus menolak mengirimkan pesawat pemadam api ke negara penjajah ini, seperti dilaporkan media Israel, Maariv.
Kedua negara mengumumkan bahwa mereka tidak akan memberikan bantuan. Surat kabar Israel melaporkan bahwa kedua negara "sedang menghadapi kebakaran besar mereka sendiri", seperti dikutip dari Quds News Network, Kamis (1/5).
Kebakaran hutan di perbukitan Yerusalem terus menyebar dengan cepat. Angin kencang memperburuk situasi. Api telah mencapai jalan raya utama, dan pesawat pemadam kebakaran terbang di atas kepala dalam upaya putus asa untuk mengendalikan api. Media Israel mengatakan beberapa petugas pemadam kebakaran terjebak di sebelah barat kota yang diduduki saat angin kencang memperparah api.
Kroasia adalah negara pertama yang merespons seruan bantuan dari Israel. Negara itu mengirimkan pesawat Canadair CL-415. Pesawat-pesawat ini dikenal sebagai "Super Scoopers", yang dapat mengambil air langsung dari danau atau laut dan melepaskannya ke titik api.
Kroasia juga menggunakan pesawat yang lebih kecil, seperti Air Tractor AT-802, yang dapat beroperasi di daerah yang sulit dijangkau.
Saat ini, Israel hanya memiliki sedikit pesawat pemadam kebakaran. Hanya satu pesawat militer besar, yang dikenal sebagai "Shimson," yang diperlengkapi untuk menangani kebakaran besar. Meskipun ada peringatan dan kebakaran hutan tahunan, Israel tidak mempersiapkan diri untuk insiden yang berulang seperti itu. Sebaliknya, Israel telah mengarahkan pengeluaran untuk militer dan permukiman di seluruh Palestina.