Seorang ayah menangis saat kehilangan dua anaknya yang tewas dalam serangan tentara Israel, di Rumah Sakit Shifa di Kota Gaza, Rabu (29/10/2025). (AP/Yousef Al Zanoun)
ADVERTISEMENT
Kepulan asap tebal kembali membubung di langit Kota Gaza pada Rabu, 29 Oktober 2025, menyusul serangkaian serangan yang dilancarkan oleh militer Israel. Serangan terbaru ini memicu kembali kekhawatiran global terhadap situasi kemanusiaan di wilayah Palestina.
Badan pertahanan sipil Gaza melaporkan bahwa serangan udara yang terjadi semalam telah menewaskan sedikitnya 50 orang di wilayah tersebut. Di sisi lain, militer Israel menyatakan bahwa mereka menyerang serangkaian target di Gaza setelah jatuhnya korban dari pihak mereka.Eskalasi kekerasan ini dimulai sehari sebelumnya, pada 28 Oktober. Israel memulai serangan udara setelah menuduh kelompok Hamas telah menyerang pasukannya di Gaza dan melanggar kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya telah disepakati.
Di tengah situasi yang mencekam, pemandangan pilu memenuhi rumah sakit-rumah sakit di Gaza. Di Rumah Sakit Al-Awda di Nuseirat, seorang pria terlihat tergesa-gesa membawa seorang anak yang terluka parah akibat serangan. Sementara itu, di Rumah Sakit Shifa di Kota Gaza, seorang ayah menangis histeris meratapi kehilangan dua anaknya yang tewas dalam serangan tentara Israel.
Kepulan asap mengepul menyusul serangan Israel di Kota Gaza, Rabu (29/10/2025). AFP/ Omar Al-QattaaSeorang pria membawa seorang anak yang terluka akibat serangan Israel ke rumah sakit Al-Awda di Nuseirat, Jalur Gaza tengah, Rabu (29/10/2025). AFPWarga Palestina berusaha mengevakuasi jenazah dari reruntuhan rumah yang hancur akibat serangan udara Israel semalam, di Kota Gaza, Rabu (29/10/2025). AFP/ Omar Al-QattaaWarga Palestina memeriksa reruntuhan bangunan yang hancur akibat serangan tentara Israel di kamp Al-Shati di Kota Gaza, Rabu (29/10/2025). AP/Yousef Al ZanounWarga Palestina mengevakuasi jenasah dari reruntuhan rumah yang hancur akibat serangan udara Israel semalam di Kota Gaza, Rabu (29/10/2025). AFP/ Omar Al-QattaaWarga Palestina berdoa untuk jenazah korban serangan militer Israel saat pemakaman mereka di Rumah Sakit Al-Awda di Nuseirat, Jalur Gaza tengah, Rabu (29/10/2025). AP/Abdel Kareem HanaKerabat berduka atas jenazah dua anak yang tewas dalam serangan Israel di Rumah Sakit Nasser di Khan Yunis, Jalur Gaza Selatan, Rabu (29/10/2025). AFP/ Bashar TalebSeorang ayah menangis saat kehilangan dua anaknya yang tewas dalam serangan tentara Israel, di Rumah Sakit Shifa di Kota Gaza, Rabu (29/10/2025). AP/Yousef Al ZanounKerabat duduk di samping jenazah seorang warga Palestina yang tewas dalam serangan tentara Israel di Rumah Sakit Shifa, Rabu (29/10/2025). AP/Yousef Al Zanoun
Serangan udara Israel kembali mengguncang Gaza pada 22 November 2025, menewaskan sedikitnya 21 warga sipil dan memicu kekhawatiran akan runtuhnya gencatan senja
Dalam pernyataan yang dikeluarkan Kantor Media Pemerintah, disebutkan bahwa Israel sejak 11 Agustus 2025 telah menargetkan kawasan permukiman di Kota Gaza.
Lima orang, termasuk anak-anak dan perempuan, tewas dalam serangan yang menghantam tenda-tenda pengungsi di kawasan al-Mawasi, Khan Younis, Gaza selatan.