10 Warga Palestina Terbakar Hidup-Hidup, Israel Kembali Bombardir Sekolah di Jalur Gaza
Sejak agresi dimulai Israel sudah membombardir lebih dari 200 sekolah di Jalur Gaza.
Israel melancarkan serangan udara di Jalur Gaza kemarin hingga menewaskan setidaknya 10 orang dan beberapa lainnya terluka dalam serangan yang ditargetkan ke sekolah di Gaza, Palestina.
Lebih dari 200 sekolah yang menampung warga Palestina sebagai tempat pengungsi telah dibom oleh tentara Israel sejak dimulainya perang.
Dalam serangan udara pada Rabu (23/4) dini hari, Israel menargetkan serangan pada sekolah tempat menampung warga Palestina yang mengungsi di Jalur Gaza, setidaknya 10 orang tewas dan beberapa lainnya luka-luka.
“Sepuluh orang tewas dan banyak lainnya terluka dalam pengeboman Sekolah Yaffa yang menampung para pengungsi di timur laut Kota Gaza,” kata koresponden Al Mayadeen.
212 Sekolah dibom
Tim Pertahanan Sipil Palestina bergegas ke tempat kejadian untuk mengatasi kebakaran besar yang terjadi akibat serangan di sekolah Yaffa di kawasan Al-Tuffah. Salah satu korban adalah seorang anak yang “terbakar hingga syahid” dan yang lainnya juga terbakar hidup-hidup.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan sedikitnya 212 sekolah telah dibom sejak Israel memulai perang genosida di Gaza pada Oktober 2023.
Menurut sumber medis, sejak fajar kemarin, sebanyak 19 orang syahid dalam serangan Israel di Jalur Gaza. Enam jenazah ditemukan setelah serangan udara di dua rumah di daerah Al-Tuffah, sementara yang lainnya masih hilang.
Semua penyeberangan perbatasan ke Gaza tetap ditutup, dan aliran bantuan ke jalur tersebut diblokir tentara Israel. Akibatnya, ribuan truk bantuan yang membawa pasokan UNRWA masih tertahan di luar Gaza.
Parahnya, rumah sakit di seluruh Jalur Gaza berada di ambang kehancuran total karena kurangnya pasokan medis, sehingga hampir mustahil untuk merawat korban Gaza yang terluka.
Menurut Kementerian Kesehatan di Gaza, setidaknya 1.928 warga Palestina tewas dan lebih dari 5.000 orang terluka sejak Israel melanjutkan serangan pada 18 Maret. Kini, Israel telah mengambil alih 50 persen wilayah Gaza.
Reporter Magang: Devina Faliza Rey