Makin Brutal, Serangan Israel Tewaskan 52 Warga Gaza dalam 24 Jam
Serangan Israel kemarin menewaskan 52 warga Palestina di Gaza dan melukai 203 lainnya.
Sedikitnya 52 warga Palestina tewas dan lebih dari 200 orang terluka akibat serangan Israel di Jalur Gaza selama 24 jam terakhir menurut laporan Kementerian Kesehatan di Gaza kemarin.
“Tentara penjajah Israel telah melakukan tujuh pembantaian terhadap keluarga-keluarga di Jalur Gaza yang mengakibatkan 52 orang syahid dan 203 orang luka-luka dan dirawat di rumah sakit selama 24 jam terakhir,” kata pernyataan itu.
Di hari yang sama, serangan Israel di kamp pengungsi al-Shati menewaskan empat orang dan 15 lainnya luka-luka. Sehari sebelumnya, 20 orang tewas dan sejumlah lainnya luka-luka ketika Israel mengebom sekolah Ahmad bin Abdul Aziz yang menjadi kamp pengungsian di kota selatan Khan Younis.
Pada hari Minggu (15/12) tentara Zionis Israel menyerbu sekolah Khalil Oweida yang menampung pengungsi di Beit Hanoun, Gaza utara menewaskan 40 warga sipil dan puluhan orang terpaksa mengungsi.
Semua pria yang berlindung di sekolah tersebut diculik, sementara sisanya dipaksa mengungsi dengan todongan senjata. Beberapa orang lainnya terluka dalam serangan tersebut.
Di tengah serangan bertubi-tubi tentara penjajah Israel, Kepala Jaringan LSM Palestina menegaskan bahwa anak-anak menderita kekurangan gizi karena "kelaparan parah".
"Gudang-gudang kami hampir kosong dari bantuan," kata Shawa, memperingatkan tentang kondisi bencana kelaparan, seperti dilansir laman The Cradle pada Selasa (17/12).
Ini merupakan bagian dari implementasi tidak resmi dari Rencana Jenderal yang bertujuan untuk membuat Gaza utara tidak dapat dihuni melalui penghancuran massal, pembunuhan, dan pengusiran.
Israel bermaksud mengosongkan Gaza utara sepenuhnya dan mengubah daerah itu menjadi zona militer. Sebagai bagian dari rencana ini, Israel juga melancarkan serangan brutal terhadap fasilitas medis di Gaza utara khususnya Rumah Sakit Kamal Adwan yang telah diserang berkali-kali oleh militer Israel.
Reporter Magang: Elma Pinkan Yulianti