Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarbaru, Kalimantan Selatan, tengah mempercepat persiapan pembangunan proyek strategis berupa Jalan Lingkar Selatan. Jalur sepanjang sekitar 43 kilometer ini dirancang untuk mengurai kepadatan lalu lintas di kota tersebut. Selain itu, proyek ini diharapkan dapat membuka akses pertumbuhan ekonomi baru di wilayah timur dan selatan Banjarbaru.
Wali Kota Banjarbaru, Hj Erna Lisa Halaby, menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah menyelesaikan seluruh persyaratan atau “readiness criteria” sebelum dimulainya pembangunan fisik. Langkah ini diambil untuk memastikan proyek berjalan sesuai perencanaan yang telah ditetapkan. Persyaratan tersebut mencakup Detail Engineering Design (DED), Feasibility Study (FS), Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), hingga Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin).
Jalan Lingkar Selatan ini akan menghubungkan Jalan Purnawirawan di Kelurahan Palam menuju Jalan Guntung Manggis, serta jalan tembus Liang Anggang-Bati-Bati. Proyek ini diproyeksikan menjadi solusi jangka panjang menghadapi peningkatan volume kendaraan yang signifikan. Hal ini seiring dengan pertumbuhan penduduk, aktivitas masyarakat, dan pesatnya perkembangan kawasan permukiman di Banjarbaru.
Advertisement
Advertisement
Fokus Persiapan dan Manfaat Jangka Panjang
Wali Kota Erna Lisa Halaby menjelaskan bahwa keberadaan Jalan Lingkar Selatan Banjarbaru nantinya diharapkan mampu mengurangi beban kendaraan pada sejumlah ruas utama kota. Terutama, kawasan Bundaran Simpang Empat Banjarbaru yang selama ini dikenal sebagai salah satu titik kepadatan lalu lintas yang signifikan. Proyek ini menjadi prioritas utama dalam upaya pemerintah kota mengatasi masalah kemacetan yang terus meningkat seiring waktu.
“Harapan kita ke depan, jalan ini mampu mengurai kemacetan, mengalihkan kendaraan angkutan berat dari pusat kota, sekaligus membuka akses pertumbuhan ekonomi baru di kawasan timur dan selatan Banjarbaru,” kata Wali Kota. Pernyataan ini menegaskan visi pemerintah untuk menciptakan konektivitas yang lebih baik.
Pembangunan Jalan Lingkar Selatan tidak hanya berfokus pada kelancaran mobilitas masyarakat. Lebih dari itu, proyek ini diproyeksikan untuk mempercepat distribusi barang dan jasa. Hal ini akan meningkatkan aksesibilitas antarwilayah, sehingga diharapkan dapat memperkuat daya saing ekonomi daerah secara keseluruhan.
Advertisement
Advertisement
Dorong Pemerataan Pembangunan dan Ekonomi Kawasan
Pemkot Banjarbaru juga menargetkan bahwa konektivitas baru yang tercipta melalui Jalan Lingkar Selatan ini akan mendorong pemerataan pembangunan secara lebih luas. Manfaatnya diharapkan dapat dirasakan hingga kawasan pinggiran kota, yang selama ini mungkin kurang terjangkau. Ini termasuk membuka peluang investasi baru dan menciptakan pusat-pusat kegiatan ekonomi di luar kawasan inti kota, sehingga pertumbuhan tidak hanya terpusat.
“Pembangunan Jalan Lingkar Selatan bukan hanya membangun akses transportasi, tetapi juga menyiapkan ruang pertumbuhan baru agar manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat secara lebih merata,” ujar Wali Kota. Pernyataan ini menunjukkan komitmen pemerintah terhadap pembangunan inklusif.
Pemkot Banjarbaru terus mematangkan aspek teknis dan perencanaan proyek Jalan Lingkar Selatan. Langkah ini merupakan bagian penting dari pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Diharapkan, infrastruktur ini akan memperkuat konektivitas, mengurangi tekanan lalu lintas, dan mendukung pertumbuhan kota secara berkelanjutan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews