Stok Beras Melimpah, Bulog Sampai Sewa Gudang Swasta

Kapasitas gudang internal penuh sesak, Bulog sewa gudang swasta demi tampung 4,8 juta ton cadangan beras pemerintah untuk kebutuhan warga.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Stok Beras Melimpah, Bulog Sampai Sewa Gudang Swasta
Pekerja melakukan aktivitas bongkar muat karung berisi beras di Gudang Bulog Divisi Regional DKI Jakarta, Kelapa Gading, Rabu (29/12/2021). Dirut Perum Bulog Budi Waseso menjamin tahun ini stok beras aman dan tidak ada impor untuk kebutuhan Cadangan Beras Pemerintah. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Perum Bulog memastikan ketersediaan beras nasional dalam kondisi aman dan sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga pengujung tahun. Saat ini, total cadangan beras yang dikuasai Bulog telah menyentuh angka sekitar 4,8 juta ton.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengungkapkan bahwa melimpahnya pasokan cadangan beras pemerintah membuat fasilitas penyimpanan milik Bulog melampaui kapasitas penampungan.

"Alhamdulillah stok beras nasional hari ini masih banyak, sekitar 4,8 juta ton," kata Rizal di Cilacap, Jawa Tengah, Sabtu (26/9).

Ia menjelaskan, ribuan ton pasokan tersebut saat ini tersimpan rapat di jejaring gudang internal Bulog maupun tempat penyimpanan milik pihak swasta yang sengaja disewa demi mengamankan cadangan pangan.

"Gudang-gudang Bulog sendiri pun sudah tidak muat lagi untuk menyimpan beras Bulog. Oleh karena itu, Bulog harus menyewa gudang-gudang swasta untuk menempatkan beras-beras tersebut," jelasnya.

Melimpahnya stok beras nasional ini bakal dialokasikan untuk menopang berbagai program strategis pemerintah. Salah satunya adalah penyaluran tambahan bantuan pangan yang menyasar sekitar 33,2 juta penerima manfaat untuk periode Oktober hingga Desember 2026.

Tak hanya itu, Bulog juga bersiap menyalurkan pasokan beras tambahan untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak 1 juta ton guna menjaga stabilitas harga di pasar.

Meski akan digelontorkan dalam jumlah besar, Rizal optimistis cadangan beras nasional tetap berada pada batas yang sangat aman hingga pergantian tahun.

"Mudah-mudahan dengan nanti disalurkannya tambahan bantuan pangan untuk 33,2 juta penerima manfaat, ditambah lagi nanti tambahan SPHP 1 juta ton, maka stok Bulog nanti diharapkan di akhir tahun itu minimal sekitar 3,2 juta ton," tuturnya.

Jamin Ketersediaan Pangan

Ia menegaskan, keberadaan cadangan beras sebanyak 4,8 juta ton ini merupakan fondasi utama Bulog dalam menjamin ketersediaan pangan sekaligus mensukseskan berbagai program pemerintah.

Kondisi pasokan yang aman juga terpancar di tingkat daerah. Pemimpin Bulog Kantor Cabang Banyumas, Prawoko Setyo Aji, menyampaikan bahwa ketahanan stok beras di wilayah kerjanya saat ini terjamin memadai.

Ia mencatat, total stok beras yang tersimpan di gudang-gudang Bulog Banyumas—yang tersebar di wilayah Kabupaten Cilacap, Banyumas, Purbalingga, hingga Banjarnegara—mencapai 54.686,374 ton.

"Ketahanan stok beras Bulog Banyumas saat mecapai sebesar 54.686,374 ton dan diharapkan mencukupi kebutuhan hingga akhir tahun," pungkas Prawoko.

Rekomendasi