FOTO: Tangis Histeris Keluarga Meratapi Hancur Lebur Sekolah PBB untuk Pengungsi di Nusairat Gaza yang Dibom Israel

Pasukan penjajah Israel mengebom sekolah Abu Oreiban yang dikelola UNRWA yang dijadikan tempat pengungsian warga Palestina di Gaza di Kamp Nuseirat.

Debby Restu Utomo
Oleh Debby Restu Utomo - Reporter
FOTO: Tangis Histeris Keluarga Meratapi Hancur Lebur Sekolah PBB untuk Pengungsi di Nusairat Gaza yang Dibom Israel
FOTO: Tangis Histeris Keluarga Meratapi Hancur Lebur Sekolah PBB untuk Pengungsi di Nusairat Gaza yang Dibom Israel (Merdeka.com)

Warga Palestina berkumpul di lokasi serangan udara Israel di sekolah Abu Oreiban yang dikelola oleh UNRWA (Badan PBB untuk Pengungsi) di Kamp Nuseirat pada Minggu (14/7/2024). Serangan tersebut terjadi di tengah konflik yang terus memanas antara Israel dan Hamas. Foto: REUTERS / Ramadan Abed

Sekolah Abu Oreiban telah dijadikan tempat pengungsian bagi ratusan warga Palestina yang terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat eskalasi kekerasan di Jalur Gaza. Foto: REUTERS / Ramadan Abed<br>
Dok. Istimewa
Namun, tempat yang seharusnya menjadi perlindungan ini justru menjadi sasaran serangan udara yang mematikan. Foto: REUTERS / Ramadan Abed<br>
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Menurut keterangan yang disampaikan oleh Kementerian Kesehatan Gaza, serangan udara terbaru dari Israel ini telah mengakibatkan 15 pengungsi Palestina tewas dan 70 orang lainnya terluka. Foto: REUTERS / Ramadan Abed

Direktur Rumah Sakit Al-Awda menambahkan bahwa 70 persen dari korban tewas terdiri dari anak-anak dan perempuan, menambah kedukaan yang mendalam bagi komunitas yang sudah sangat menderita. Foto: REUTERS / Ramadan Abed<br>
Dok. Istimewa

Laporan juga menyebutkan bahwa serangan terhadap sekolah-sekolah di Gaza bukanlah hal yang baru.

Pada 10 Juli, tercatat bahwa ada empat sekolah yang ditargetkan oleh serangan Israel hanya dalam kurun waktu empat hari. Foto: REUTERS / Ramadan Abed

Laporan juga menyebutkan bahwa serangan terhadap sekolah-sekolah di Gaza bukanlah hal yang baru.<br><br>Pada 10 Juli, tercatat bahwa ada empat sekolah yang ditargetkan oleh serangan Israel hanya dalam kurun waktu empat hari. Foto: REUTERS / Ramadan Abed<
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Kamp Nuseirat sendiri telah menjadi target utama serangan Israel dalam sebulan terakhir, dengan lebih dari 40 serangan dilakukan sejak 7 Oktober 2023, khususnya menyasar sekolah-sekolah yang menampung para pengungsi Palestina. Foto: REUTERS / Ramadan Abed

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Serangan pada 7 Juli di sekolah UNRWA lainnya juga mengakibatkan kematian 16 orang dan melukai 50 lainnya, termasuk anak-anak. Foto: REUTERS / Ramadan Abed

Lebih jauh lagi, pada 8 Juni lalu, serangan besar-besaran Israel di Kamp Nuseirat menewaskan sedikitnya 274 warga Palestina, termasuk 64 anak-anak dan 57 perempuan, serta melukai hampir 700 orang. Foto: REUTERS / Ramadan Abed<br>
Dok. Istimewa
Rekomendasi