Israel Bunuh Jurnalis Terbanyak Sepanjang Sejarah, dari Sejak Perang Dunia sampai Perang Ukraina
Hingga kini Israel telah membunuh 238 jurnalis Palestina sejak genosida di Gaza dari dua tahun lalu.
Seorang jurnalis Palestina dua hari lalu tewas akibat luka-luka yang dideritanya akibat serangan Israel yang menewaskan lima koresponden Aljazeera di Kota Gaza, sehingga jumlah korban tewas di kalangan jurnalis mencapai 238 orang, kata otoritas setempat.
Ini adalah jumlah kematian jurnalis tertinggi dari semua perang yang melibatkan AS sejak Perang Saudara, kata Sindikat Jurnalis Palestina— dan, bahkan, melampaui jumlah gabungan korban tewas jurnalis dalam Perang Saudara AS, Perang Dunia I, Perang Dunia II, Perang Korea, Perang Vietnam (termasuk serangan AS ke Kamboja dan Laos), Perang Yugoslavia, Perang di Afghanistan, dan perang yang masih berlangsung di Ukraina.
Hanya dalam bulan pertama genosida yang dilakukan Israel, sedikitnya 37 jurnalis tewas, menurut Komite untuk Melindungi Jurnalis — menandai bulan paling mematikan bagi jurnalis di seluruh dunia yang pernah tercatat, kata kelompok tersebut.
Tenda jurnalis
Menurut Kantor Media Pemerintah Gaza, Mohammed Al-Khalidi, seorang jurnalis Palestina yang bekerja untuk media Sahat, meninggal akibat luka-luka yang dideritanya dalam serangan Israel Senin malam.
Kematian Khalidi membuat jumlah jurnalis yang tewas di Kota Gaza pada hari Minggu menjadi enam orang, dan total korban tewas jurnalis Palestina yang dibunuh oleh tentara Israel di Jalur Gaza menjadi 238 orang, kata kantor media tersebut dalam sebuah pernyataan.
Tentara Israel menargetkan sebuah tenda jurnalis di dekat Rumah Sakit Al-Shifa di sebelah barat Kota Gaza pada Minggu malam, menewaskan lima jurnalis, termasuk koresponden Aljazeera Anas al-Sharif dan Mohamed Qraiqea, menurut kantor media tersebut.
Dilansir Anadolu, Selasa (12/8), pemerintah Gaza mengecam “pembunuhan sistematis terhadap jurnalis Palestina di Gaza oleh Israel” dan menyerukan kepada lembaga hak asasi manusia serta media untuk “mengutuk kejahatan sistematis terhadap jurnalis Gaza ini.”
Israel menghadapi kecaman yang semakin besar atas perang genosida di Gaza, yang telah menewaskan lebih dari 61.400 orang sejak Oktober 2023.
Pada November lalu, Mahkamah Pidana Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanannya Yoav Gallant atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.
Israel juga menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional atas perang di wilayah tersebut.