Menurut laporan dari AFP, serangan tersebut terjadi pada Rabu, 31 Juli 2024. "Wartawan Al Jazeera Arab Ismail al-Ghoul dan juru kameranya Rami al-Refee tewas dalam serangan Israel di Jalur Gaza," demikian dilaporkan AFP. Foto: REUTERS / Ayman Al Hassi
Seperti diketahui, Haniyeh tewas dalam serangan udara yang menargetkan kediamannya di Teheran. Serangan di Iran tersebut diduga kuat dilakukan oleh Israel. Foto: REUTERS / Ayman Al Hassi
Kematian dua jurnalis ini telah menambah daftar panjang korban jiwa dalam konflik yang terus berkecamuk di kawasan tersebut. Foto: Omar AL-QATTAA / AFP
Kejadian ini telah menyoroti risiko besar yang dihadapi oleh jurnalis di medan konflik, serta pentingnya perlindungan terhadap jurnalis yang berusaha mengungkapkan kebenaran di tengah situasi yang penuh bahaya. Foto: Omar AL-QATTAA / AFP
Serangan Israel menghantam Rumah Sakit Nasser di Khan Younis, Jalur Gaza selatan, menewaskan sedikitnya 20 orang, termasuk lima jurnalis, Senin (25/08/2025).
Praka Rico Pramudia, personel TNI, gugur setelah sebulan dirawat akibat serangan artileri yang diindikasikan berasal dari Israel terhadap posisi UNIFIL di Lebanon. Ia menjadi personel TNI kedua yang meninggal akibat insiden ini, memicu desakan PBB untuk i
Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk melakukan investigasi objektif terkait serangan Israel ke pasukan perdamaian UNIFIL di Lebanon. Desakan ini muncul setelah tiga prajurit TNI gugur dalam insiden
Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam secara resmi meminta dukungan Pakistan untuk mengakhiri agresi Israel terhadap Beirut dan warganya, di tengah eskalasi konflik yang memanas.
Pemerintah Indonesia mendesak PBB untuk segera melakukan penyelidikan menyeluruh dan transparan atas serangan Israel di Lebanon selatan yang menewaskan tiga prajurit TNI dalam misi UNIFIL, menuntut pertanggungjawaban atas insiden tersebut.
Sekretariat Jenderal OKI melayangkan kecaman keras terhadap serangan Israel yang menargetkan infrastruktur militer di Suriah selatan, menegaskan pelanggaran kedaulatan dan stabilitas regional.