Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam telah secara resmi meminta dukungan Pakistan untuk menghentikan serangan Israel terhadap Beirut dan warga sipilnya. Permintaan ini disampaikan menyusul percakapan telepon antara Salam dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif. Langkah ini menunjukkan upaya Lebanon mencari dukungan internasional di tengah konflik yang intens.
Kantor Perdana Menteri Lebanon mengonfirmasi permintaan tersebut pada Kamis, menekankan urgensi penghentian agresi Israel. Salam mengucapkan terima kasih kepada PM Shehbaz Sharif atas upaya perdamaian yang telah dilakukan sebelumnya. Lebanon berharap Pakistan dapat memainkan peran signifikan dalam mediasi ini.
Permintaan ini muncul di tengah situasi yang makin memanas di wilayah tersebut, dengan serangan Israel yang terus berlanjut. Lebanon mencari jalan diplomatik untuk melindungi rakyatnya dari eskalasi konflik. Dukungan Pakistan diharapkan dapat membawa dampak positif bagi stabilitas regional.
Advertisement
Advertisement
Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam secara eksplisit meminta Pakistan untuk mendukung upaya penghentian segera serangan Israel terhadap Beirut dan rakyatnya. Permintaan ini disampaikan dalam percakapan telepon dengan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif pada Kamis. Lebanon berharap Pakistan dapat memanfaatkan pengaruhnya di kancah internasional.
Pernyataan dari Kantor Perdana Menteri Lebanon menyebutkan bahwa Salam berterima kasih kepada PM Sharif atas upaya perdamaian yang telah dilakukan. Ini mengindikasikan adanya sejarah keterlibatan Pakistan dalam mediasi regional. Dukungan Pakistan dianggap krusial untuk meredakan ketegangan di Timur Tengah.
Pakistan sendiri dikenal sebagai aktor kunci dalam proses gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran sebelumnya. Berkat mediasi Pakistan, Presiden AS Donald Trump pernah mengumumkan gencatan senjata dua pekan dengan Iran. Pengalaman ini menjadi dasar harapan Lebanon terhadap Pakistan dalam krisis saat ini.
Advertisement
Advertisement
Pada hari yang sama dengan permintaan Lebanon, pesawat tempur dan artileri Israel dilaporkan menyerang belasan permukiman di Lebanon selatan. Serangan ini termasuk di kota besar Tyre, menunjukkan intensitas agresi yang sedang berlangsung. Situasi di lapangan semakin memburuk bagi warga sipil Lebanon.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi sebelumnya menyatakan bahwa Selat Hormuz akan dibuka kembali sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata dengan AS. Selat ini penting karena dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak, produk minyak bumi, dan gas alam cair global. Pembukaan selat ini merupakan indikator adanya kesepakatan regional.
Namun, Presiden AS Donald Trump pernah menyatakan bahwa penghentian serangan Israel di Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan dengan Iran. Hal ini dikarenakan keterlibatan gerakan Hizbullah dalam konflik tersebut. Pernyataan Trump ini memperumit upaya gencatan senjata di Lebanon.
Advertisement
Iran menganggap bahwa serangan Israel yang terus berlanjut di Lebanon merupakan pelanggaran terhadap gencatan senjata yang telah dicapai pihaknya dengan Washington. Perbedaan interpretasi ini menambah kompleksitas konflik yang sedang berlangsung. Lebanon kini berada di tengah tarik-menarik kepentingan regional yang rumit.
Sumber: AntaraNews