5 Jurnalis Al-Jazeera Tewas Usai Tenda Pers Diserang Israel, Berikut Daftarnya
Mereka termasuk di antara tujuh orang yang tewas dalam serangan Israel yang menargetkan tenda untuk pers di luar gerbang utama Rumah Sakit al-Shifa.
Sedikitnya lima jurnalis Al Jazeera tewas akibat serangan Israel di dekat Rumah Sakit Al-Shifa di Kota Gaza. Di antara korban adalah koresponden Al Jazeera Anas al-Sharif dan Mohammed Qreiqeh, serta juru kamera Ibrahim Zaher, Moamen Aliwa, dan Mohammed Noufal, menurut pihak stasiun tersebut.
Mereka termasuk di antara tujuh orang yang tewas dalam serangan Israel yang menargetkan tenda untuk pers di luar gerbang utama Rumah Sakit al-Shifa, kata Al Jazeera.
Tak lama setelah serangan itu, militer Israel mengakui dalam sebuah pernyataan bahwa mereka telah menargetkan Anas al-Sharif, menyebut reporter tersebut sebagai 'teroris' dan mengatakan bahwa ia telah 'menjadi kepala sel teroris di Hamas.'
Anas al-Sharif, yang berusia 28 tahun, tampak memposting di X pada saat-saat sebelum kematiannya, melaporkan peningkatan pemboman Israel di dalam Kota Gaza. Sebuah unggahan, yang tampaknya sudah ditulis sebelumnya dan diposting oleh seorang teman, diterbitkan dari akunnya setelah dia dilaporkan tewas. Dikutip laman ndtv.com, Senin (11/8).
Israel Sebut Ada Hamas Menyamar jadi Jurnalis
Sementara itu, Militer Israel mengonfirmasi bahwa mereka telah melakukan serangan tersebut, mengatakan bahwa mereka telah menargetkan al-Sharif dari Al Jazeera dan menyebutnya teroris yang menyamar sebagai jurnalis.
"Baru saja, di Kota Gaza, IDF menyerang teroris Anas Al-Sharif, yang menyamar sebagai jurnalis untuk jaringan Al Jazeera," kata mereka di Telegram, menggunakan akronim untuk militer.
"Anas Al-Sharif adalah kepala sel teroris dalam organisasi teroris Hamas dan bertanggung jawab memajukan serangan roket terhadap warga sipil Israel dan pasukan IDF," tambahnya.