Pesan Terakhir Jurnalis Al-Jazeera Tewas Diserang Zionis: Israel Berhasil Bungkam Saya!
Sebelum tewas, Anas sempat mengunggah pesan terakhir melalui akun X pribadinya, @AnasAlSharif0.
Anas Al-Sharif, seorang jurnalis Al-Jazeera tewas dalam serangan yang dilancarkan Israel. Zionis menyerang tenda pers yang berada di di luar gerbang utama Rumah Sakit Al-Shifa, Gaza.
Total, 7 jurnalis Al-Jazeera meregang nyawa diserang Israel termasuk Anas Al-Sharif. Sebelum tewas, Anas sempat mengunggah pesan terakhir melalui akun X pribadinya, @AnasAlSharif0.
"Jika kata-kata saya ini sampai kepada Anda, ketahuilah bahwa Israel telah berhasil membunuh saya dan membungkam suara saya," tulisnya dikutip merdeka.com, Senin (11/8).
Serangan tersebut adalah yang terbaru dalam rangkaian serangan yang menargetkan jurnalis selama perang 22 bulan di Gaza, dengan sekitar 200 pekerja media tewas selama konflik, menurut lembaga pemantau media.
Berikut Pesan Terakhir Anas Al-Sharif:
Ini adalah wasiatku dan pesanku yang terakhir.
Jika kata-kata ini sampai kepadamu, ketahuilah bahwa Israel telah berhasil membunuhku dan membungkam suaraku. Semoga keselamatan, rahmat, dan berkah Allah tercurah kepada kalian.
Allah Maha Tahu bahwa aku telah mengerahkan segala upaya dan kekuatan yang kumiliki untuk menjadi penopang dan suara bagi rakyatku, sejak aku membuka mata terhadap kehidupan di gang-gang dan jalan-jalan kamp pengungsi Jabalia. Harapanku adalah agar Allah memanjangkan umurku hingga aku dapat kembali bersama keluargaku dan orang-orang yang kucintai ke kampung halaman asal kami, Ascalon "Majdal" yang diduduki. Namun kehendak Allah berlaku, dan ketetapan-Nya terlaksana.
Aku telah menjalani rasa sakit dalam segala rinciannya, merasakan kehilangan dan kesedihan berkali-kali. Namun, aku tidak pernah ragu barang sehari pun untuk menyampaikan kebenaran apa adanya, tanpa distorsi atau pemalsuan, dengan harapan bahwa Allah akan menjadi saksi atas mereka yang tetap diam, mereka yang menerima pembunuhan kami, dan mereka yang mengepung nafas kami, tanpa tersentuh oleh sisa-sisa anak-anak dan perempuan kami, dan yang tidak menghentikan pembantaian yang telah dialami rakyat kami selama lebih dari satu setengah tahun.
Aku titipkan kepadamu Palestina, permata mahkota umat Islam, jantung yang berdetak bagi setiap orang merdeka di dunia ini. Aku titipkan kepadamu rakyatnya, anak-anak kecil yang tertindas yang tidak diberi kesempatan untuk bermimpi atau hidup dalam keselamatan dan kedamaian, yang tubuh sucinya hancur oleh ribuan ton bom dan rudal Israel, tercabik-cabik, sisa-sisanya terpencar di dinding-dinding.
Aku berpesan agar kalian tidak membiarkan rantai membungkam kalian atau batas-batas menghalangi kalian. Jadilah jembatan menuju pembebasan tanah dan rakyatnya, hingga matahari kemuliaan dan kebebasan terbit di atas tanah air kita yang dirampas.
Aku titipkan kepadamu keluargaku, Aku titipkan kepadamu putri kesayanganku, belahan jiwaku, Sham tercinta, yang waktu tidak memberiku kesempatan untuk melihatnya tumbuh seperti yang kuimpikan.
Aku titipkan kepadamu putra tercinta, Salah, yang kuharapkan dapat kudukung dan kudampingi hingga ia tumbuh kuat, untuk memikul beban dariku dan melanjutkan perjuangan.
Aku titipkan kepadamu ibuku tercinta, yang doanya memberkati langkahku hingga aku sampai pada titik ini. Doanya adalah bentengku, dan cahayanya adalah jalanku.
Aku memohon kepada Allah untuk menganugerahkan kesabaran pada hatinya dan membalasnya atas jasaku dengan balasan terbaik.
Aku juga titipkan kepadamu pendamping hidupku, istriku tercinta, Umm Salah Bayan, yang perang telah pisahkan dariku selama berhari-hari dan berbulan-bulan. Namun ia tetap teguh, seperti batang pohon zaitun yang tak tergoyahkan, sabar dan percaya kepada Allah, memikul tanggung jawab di saat aku tiada dengan seluruh kekuatan dan iman.
Aku berpesan agar kalian mengelilingi mereka dan menjadi penopang mereka setelah Allah Yang Maha Perkasa dan Maha Tinggi.
Jika aku wafat, aku wafat dengan teguh memegang prinsip, bersaksi di hadapan Allah bahwa aku ridha atas ketetapan-Nya, merindukan perjumpaan dengan-Nya, dan yakin bahwa apa yang ada di sisi Allah lebih baik dan kekal.
Ya Allah, terimalah aku di antara para syuhada, ampuni dosa-dosaku yang telah lalu dan yang akan datang, dan jadikan darahku cahaya yang menerangi jalan menuju kebebasan bagi rakyatku dan keluargaku.
Maafkan aku jika aku lalai, dan doakan aku agar dirahmati, karena aku telah menepati janji dan tidak berubah atau goyah.
Jangan lupakan Gaza…
Dan jangan lupakan aku dalam doa-doa kalian yang tulus untuk ampunan dan penerimaan.
Anas Jamal Al-Sharif
06.04.2025
Pernyataan Al Jazeera
"Jurnalis Al Jazeera Anas al-Sharif telah tewas bersama empat rekannya dalam serangan terarah Israel terhadap sebuah tenda yang menampung jurnalis di Kota Gaza," kata stasiun penyiar berbasis di Qatar tersebut.
"Al-Sharif, 28 tahun, tewas pada hari Minggu setelah tenda untuk jurnalis di luar gerbang utama rumah sakit terkena serangan. Koresponden Al Jazeera Arabic yang terkenal ini dilaporkan meliput secara ekstensif dari Gaza utara."
Stasiun tersebut mengatakan bahwa lima anggota stafnya tewas selama serangan terhadap tenda di Kota Gaza, dengan mencantumkan korban lain yaitu Mohammed Qreiqeh, serta juru kamera Ibrahim Zaher, Mohammed Noufal, dan Moamen Aliwa.
Klaim Israel
Sementara itu, Militer Israel mengonfirmasi bahwa mereka telah melakukan serangan tersebut, mengatakan bahwa mereka telah menargetkan al-Sharif dari Al Jazeera dan menyebutnya teroris yang menyamar sebagai jurnalis.
"Baru saja, di Kota Gaza, IDF menyerang teroris Anas Al-Sharif, yang menyamar sebagai jurnalis untuk jaringan Al Jazeera," kata mereka di Telegram, menggunakan akronim untuk militer.
"Anas Al-Sharif adalah kepala sel teroris dalam organisasi teroris Hamas dan bertanggung jawab memajukan serangan roket terhadap warga sipil Israel dan pasukan IDF," tambahnya. Dikutip ndtv.com.