Intelijen AS Tuding Pakistan Kembangkan Rudal Jelajah Antar Benua, Mampu Hantam Daratan Amerika
Rudal jelajah antar benua biasanya memiliki jangkauan melebihi 5.500 km dan dapat dilengkapi dengan hulu ledak nuklir atau konvensional.
Badan-badan intelijen Amerika Serikat mengklaim Pakistan saat ini tengah mengembangkan rudal jelajah antar benua (ICBM) yang mampu menghantam daratan Amerika.
Menurut laporan majalah Foreign Affairs, langkah ini kemungkinan bertujuan untuk mencegah serangan pendahuluan atau intervensi Amerika yang menguntungkan India dalam konflik di masa mendatang.
Pejabat AS memperingatkan, jika senjata semacam itu dikerahkan, Washington akan terpaksa menganggap Pakistan sebagai musuh nuklir karena tidak ada negara dengan ICBM yang diarahkan ke Amerika Serikat yang dianggap sebagai teman, seperti dikutip dari The Cradle, Jumat (27/6).
Laporan Foreign Affairs menyatakan, jika berhasil, pengembangan ICBM ini akan menandai perluasan signifikan jangkauan militer strategis Islamabad, dikutip dari laman CNBC TV18.
Badan intelijen AS meyakini program ICBM ini merupakan bagian dari upaya Pakistan yang lebih luas untuk menghalangi tidak hanya India tetapi juga AS agar tidak ikut campur dalam konflik Asia Selatan di masa mendatang.
"Dengan memperoleh kemampuan seperti itu, Pakistan mungkin berusaha menghalangi Amerika Serikat untuk mencoba menghilangkan persenjataannya dalam serangan pencegahan atau campur tangan atas nama India dalam konflik India-Pakistan di masa mendatang," jelas laporan tersebut.
ICBM biasanya memiliki jangkauan melebihi 5.500 km dan dapat dilengkapi dengan hulu ledak nuklir atau konvensional.