Rencana Jahat Israel Terungkap, Setelah Iran Pakistan Jadi Target Selanjutnya
Terungkap rencana jahat Israel setelah menyerang Iran.
Saling serang antara Israel dan Iran terus berlangsung. Perang antara keduanya dimulai oleh serangan sepihak yang dilakukan Israel ke Teheran, Jumat malam lalu.
Rupanya tak cuma Iran yang ditarget Israel. Dalam video lama wawancara Benjamin Netanyahu, terungkap rencana jahat Israel lainnya.
Dalam video wawancara tersebut, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengungkapkan negara-negara yang akan menjadi target selanjutnya. Setidaknya ada dua negara yang disebut olehnya dalam wawancara.
Setelah Iran, Netanyahu mengatakan negara selanjutnya yang sekaligus menjadi bagian dari misi terbesar keduanya. Bukan hanya itu, Ia juga menyatakan tindakan yang akan dilakukannya kepada rezim Islam.
Lantas negara mana yang ditarget Israel setelah Iran? Melansir dari berbagai sumber, Kamis (19/6), simak ulasan informasinya berikut ini.
Ungkap Target Selanjutnya Setelah Iran
Pernyataan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu beberapa tahun silam menjadi sorotan di media sosial. Dalam wawancara itu, Ia mengungkapkan target Israel selanjutnya setelah menyerang Iran.
Hal itu diungkapkannya dalam sebuah wawancara yang disiarkan langsung. Pada wawancara tersebut, sang presenter bertanya kepada Netanyahu mengenai masalah terbesar yang akan dihadapi oleh generasi mendatang. Ia juga menanyakan bagaimana cara untuk mengatasi masalah besar tersebut.
"Mari kita beralih ke pertanyaan ketiga, yaitu apa masalah terbesar yang dihadapi generasi mendatang dan apa yang harus kita lakukan untuk mengatasinya hari ini?," tanya sang presenter, seperti dilansir dari akun TikTok bestshotsonly.
Pakistan Jadi Target Selanjutnya
Dengan begitu tenang dan penuh keyakinan, Netanyahu menjawab pertanyaan tersebut. Ia mengatakan bahwa misi terbesar yang dimiliki Israel adalah mencegah negara Islam memiliki senjata nuklir.
Selain itu, Ia juga mengungkapkan negara mana yang menjadi target selanjutnya setelah Iran. Tanpa gentar, Netanyahu mengungkapkan bahwa Pakistan menjadi target selanjutnya.
"Mari kita pertimbangkan misi terbesar yang kita miliki adalah mencegah rezim Islam militan bertemu dengan senjata nuklir atau mencegah senjata nuklir bertemu dengan militer Islam. Yang pertama adalah Iran, yang kedua adalah Pakistan," ungkap Netanyahu.
Pengakuan Netanyahu dalam wawancara tersebut sontak mendapat atensi luar biasa dari publik.
Dukungan Penuh Pakistan kepada Iran
Seperti diketahui, Israel menyerang Iran pada Jumat (13/6). Akibat serangan tersebut, sejumlah pejabat tinggi militer dan tokoh penting, seperti kepala angkatan bersenjata serta ilmuwan nuklir terkemuka tewas.
Serangan rudal Israel ke Iran ini menuai reaksi dunia. Termasuk Pakistan. Melansir dari presstv, pada Sabtu (14/6) atau setelah Iran digempur rudal Israel, Pakistan menyatakan dukungannya terhadap Iran untuk melawan Israel.
Dalam sidang Majelis Nasional pada hari Sabtu, Menteri Pertahanan Pakistan, Khwaja Asif mengatakan bahwa Iran dan Pakistan memiliki hubungan yang sudah berlangsung selama berabad-abad. Ia juga menyatakan bahwa Islamabad akan mendukung Iran dan akan mendukung mereka di setiap forum internasional untuk melindungi kepentingan mereka.
Serukan Negara Islan Bersatu
Pada kesempatan itu, Asif juga menyerukan agar umat Islam bersatu melawan Israel. Ia mendesak Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk segera bersidang dan merumuskan strategi bersama dalam menanggapi agresi Israel.
Lebih lanjut, Asif mengatakan bahwa dunia Muslim harus bertindak sekarang terhadap Israel atau menghadapi risiko serangan serupa.
"Israel telah menargetkan Iran, Yaman, dan Palestina. Jika negara-negara Muslim tidak bersatu sekarang, masing-masing akan menghadapi nasib yang sama," ujar Asif memperingati.
Ia juga sempat menyinggung tentang meningkatnya protes di Barat dengan mengatakan bahwa bahkan penduduk non-Muslim telah bangkit menentang tindakan Israel. Namun menurutnya, di sisi lain justru sebagian besar dunia Muslim tetap pasif.
"Hati nurani mereka telah bangkit, tidak seperti dunia Muslim," lanjutnya.
Kutuk Serangan Israel ke Iran
Sebelumnya, Perdana Menteri Pakistan Shehabz Sharif mengutuk keras serangan udara Israel terhadap Iran.
Dalam unggahannya di akun X, Sharif mengatakan bahwa dirinya mengutuk tindakan yang dilakukan Israel terhadap Iran.
"Saya mengutuk, dengan kata-kata yang paling keras, serangan Israel yang tidak beralasan terhadap Iran hari ini. Saya menyampaikan simpati terdalam saya kepada rakyat Iran atas hilangnya nyawa dalam serangan ini," ujarnya.
"Tindakan yang serius dan sangat tidak bertanggung jawab ini sangat mengkhawatirkan dan berisiko semakin mengganggu stabilitas kawasan yang sudah bergejolak. Kami mendesak masyarakat internasional dan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mengambil langkah-langkah mendesak guna mencegah eskalasi lebih lanjut yang dapat membahayakan perdamaian regional dan global," tutup Sharif.
Peringatan Perang Dunia 3?
Sejalan dengan itu, seorang Jenderal Tinggi Iran mengklaim bahwa Pakistan akan membalas Israel dengan serangan nuklir apabila Netanyahu mengizinkan serangan nuklir terhadap Iran, seperti dilansir dari The Economic Times.
Perwira senior di Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran dan anggota Dewan Keamanan Nasional, Jenderal Mohsen Rezaee, menyatakan dalam sebuah wawancara televisi bahwa Pakistan telah memberitahu pihaknya akan rencana tersebut.
"Pakistan telah memberi tahu kami bahwa jika Israel menggunakan rudal nuklir, kami juga akan menyerangnya dengan senjata nuklir," ujar Rezaee.
Akan tetapi, Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif membantah pernyataan dari Rezaee. "Pakistan menandatangani semua disiplin nuklir internasional. Kemampuan nuklir kami adalah untuk pertahanan, bukan eskalasi," ujarnya.
Meski begitu, klaim baru ini tentu saja menimbulkan kekhawatiran global atas potensi konfrontasi ala Perang Dunia 3 di Timur Tengah.