3 Negara Muslim Dukung Iran Lawan Israel, Salah Satunya Punya Senjata Nuklir
Salah satu negara muslim yang mendukung Iran diketahui memiliki senjata nuklir.
Saling serang antara Iran dan Israel terus berlangsung. Perang antara keduanya dipicu oleh serangan sepihak yang dilakukan negara zionis yang dipimpin oleh Benjamin Netanyahu yang menewaskan petinggi militer, ilmuwan nuklir hingga merusak sejumlah fasilitas nuklir Iran.
Pecahnya perang antara dua negara di Kawasan Timur Tengah ini memicu reaksi keras dari sejumlah pihak. Beberapa di antaranya yakni tiga negara muslim berikut ini.
Para pemimpinnya tak segan menegaskan dukungannya terhadap Iran untuk melawan Israel di medan perang. Salah satunya bahkan diketahui memiliki senjata nuklir yang menjadi momok besar di medan tempur.
Lantas, negara mana sajakah yang mendukung Iran? Simak ulasan selengkapnya berikut ini.
Turki
Salah satu negara muslim yang diketahui tak segan memberi dukungan ke Iran adalah Turki. Melansir dari TRT Global, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bahkan menyebut jika Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah melampaui Adolf Hitler di masa Perang Dunia ke-2 dalam menjalankan kejahatan genosida.
“(Dia) telah melampaui tiran Hitler dalam kejahatan genosida,” ujar Erdogan, demikian dikutip dari keterangan TRT Global.
Erdogan menyebut, Iran memiliki hak yang sah dan wajar jika mereka membela diri dari rentetan aksi teror mengerikan Israel. Turki bahkan diungkapnya tengah berusaha keras mencari solusi terbaik untuk meredakan konflik.
Dia bahkan memastikan jika Turki selalu bersiaga dalam level tertinggi lantaran dampak yang mungkin saja tiba di negara muslim itu.
“Seluruh institusi kami berada dalam status siaga tinggi karena kemungkinan dampak serangan tersebut bagi Turki,” tegasnya.
Arab Saudi
Selain Turki, negara muslim seperti Arab Saudi juga menegaskan dukungan mereka yang cenderung mengarah ke Iran. Hal ini diungkap beberapa waktu lalu oleh Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Muhammad bin Salman atau MBS.
Dia juga meminta "seluruh dunia Islam bersatu dalam mendukung Iran". Hal ini disampaikan saat berbicara melalui telepon dengan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian.
“Arab Saudi mendukung saudara-saudaranya di Iran dan tidak akan menyia-nyiakan upaya untuk mendukung mereka,” jelasnya, dikutip dari Al Mayadeen, Minggu (15/6).
MBS juga mengutuk serangan Israel ke Iran pada Jumat (13/6) lalu hingga tak segan melayangkan belasungkawa kepada para korban.
Pangeran MBS juga menekankan, Riyadh memanfaatkan seluruh saluran diplomatik untuk menekan Israel segera menghentikan agresinya. Dia mengatakan tindakan Israel ini bertujuan untuk meningkatkan ketegangan dan membuat-buat alasan agar AS melakukan intervensi.
"Tanggapan bijak dan terukur dari Republik Islam Iran dapat mencegah mereka (Israel) mendapatkan kesempatan tersebut," kata MBS.
Pakistan
Negara muslim ketiga yang juga telah menyatakan dukungan mereka ke Iran untuk melawan Israel yakni Pakistan. Melansir dari Presstv, Menteri Pertahanan Khwaja Asif dalam sidang Majelis Nasional mengatakan, Iran dan Pakistan telah memiliki hubungan baik yang sudah berlangsung selama berabad-abad
Dia bahkan mendesak agar negara-negara muslim ikut bersatu melawan arogansi Israel di Timur Tengah. Ia mengatakan bahwa dunia Muslim harus bertindak sekarang atau menghadapi risiko serangan serupa.
“Israel telah menargetkan Iran, Yaman, dan Palestina. Jika negara-negara muslim tidak bersatu sekarang, masing-masing akan menghadapi nasib yang sama,” tegasnya, demikian dikutip dari laman Presstv.
Selain itu, Perdana Menteri Pakistan Shehabz Sharif juga diketahui memberi kutukan keras atas serangan udara Israel terhadap Iran beberapa waktu lalu. Hal ini diungkapnya secara tidak langsung melalui platform media sosial resminya dalam X beberapa waktu lalu.
"Saya menyampaikan simpati terdalam saya kepada rakyat Iran atas hilangnya nyawa dalam serangan ini. Tindakan yang serius dan sangat tidak bertanggung jawab ini sangat mengkhawatirkan dan berisiko semakin mengganggu stabilitas kawasan yang sudah bergejolak. Kami mendesak masyarakat internasional dan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mengambil langkah-langkah mendesak guna mencegah eskalasi lebih lanjut yang dapat membahayakan perdamaian regional dan global," tulisnya.
Sebagai informasi, perwira senior di Korps Garda Revolusi Islam Iran Jenderal Mohsen Rezaee sempat menyatakan dalam sebuah wawancara di televisi jika Pakistan siap mendukung dengan meluncurkan senjata nuklir jika Israel menyerang Iran dengan rudal nuklir meski akhirnya pernyataan ini dibantah oleh Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif.
Asif menegaskan jika nuklir milik Pakistan bakal digunakan sebagai misi defensif bukan agresi. Pakistan sendiri diketahui memiliki senjata nuklir sendiri yang diberi nama Rudal Shaheen-III Pakistan. Senjata mematikan dengan daya ledak luar biasa ini diklaim mampu menjanngkau jarak 2.700 km, artinya mampu meledakkan bagian mana saja dari negara Israel.
Perang Iran vs Israel Pecah
Saling serang antara Israel vs Iran terus berlangsung. Perang dipicu serangan sepihak Israel ke Iran, Jumat malam lalu.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengungkapkan bahwa Israel telah menyerang "inti dari program pengayaan nuklir Iran" dengan menargetkan para ilmuwan nuklir serta fasilitas pengayaan utama yang terletak di Natanz.
Menurut pemimpin Israel tersebut, serangan ini akan terus berlanjut selama diperlukan. Sementara pihak militer melaporkan bahwa intelijen menunjukkan Iran telah mendekati "titik tanpa kembali" dalam program nuklirnya.
Serangan tersebut mengakibatkan tewasnya sejumlah perwira tinggi militer senior Iran, termasuk kepala staf angkatan bersenjata, Mohammad Bagheri, dan kepala Garda Revolusi, Hossein Salami, seperti yang dilaporkan oleh media Iran. Khamenei dilaporkan segera menunjuk pengganti bagi mereka yang tewas.
Sementara itu, Iran menyatakan bahwa serangan Israel pada hari Jumat (13/6) lalu merupakan declaration of war (deklarasi perang). Serangan tersebut menargetkan sekitar 100 lokasi, termasuk fasilitas nuklir, dan mengakibatkan tewasnya beberapa tokoh penting, seperti kepala angkatan bersenjata dan ilmuwan nuklir terkemuka.