Netanyahu Akui Israel Menderita Banyak Kerugian 'Menyakitkan' Akibat Serangan Iran
Rudal Iran berhasil menargetkan markas Mossad, pusat komando militer Israel, dan gedung bursa efek.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengakui pada Rabu (18/6), Israel menderita “banyak kerugian, kerugian yang menyakitkan," akibat serangan Iran, menurut laporan Anadolu.
Perang Iran-Israel masih terus berlanjut dan semakin memanas. Pada Kamis (19/6), Iran kembali menyerang Israel dengan puluhan rudal, menghancurkan pusat komando militer dan gedung bursa efek Tel Aviv. Sekitar 65 orang terluka akibat serangan tersebut.
Netanyahu juga berterima kasih kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, karena telah “berdiri di samping” Israel.
“Kami terus berkomunikasi. Termasuk tadi malam, kami melakukan percakapan yang sangat hangat,” cetusnya, dikutip dari Middle East Monitor, Jumat (20/6).
Namun hingga saat ini, Trump belum memutuskan apakah AS akan ikut konfrontasi membantu Israel dalam perang melawan Iran.
Perang ini dimulai pada Jumat (13/6), ketika Israel melancarkan serangan udara di beberapa lokasi di seluruh Iran, membunuh sejumlah komandan militer dan ilmuwan nuklir. Serangan itu mengenai beberapa wilayah termasuk fasilitas militer dan nuklir, membunuh 585 orang dan melukai 1.300 lainnya.
Beberapa jam kemudian, Teheran membalas dengan menembakkan ratusan rudal. Pihak berwenang Israel mengatakan sedikitnya 24 orang tewas dan ratusan lainnya terluka sejak saat itu akibat serangan rudal Iran.
Pada Kamis (19/6) pagi, Iran menghantam Pusat Medis Soroka di Beersheba, selatan Israel, dengan rudal balistik. Ini merupakan rumah sakit di mana para tentara pelaku genosida di Gaza dirawat, yang lokasinya berdekatan dengan pusat komando militer.
Rumah sakit tersebut adalah pusat medis terbesar Israel Selatan yang melayani sekitar 1 juta penduduk. Menurut laporan media Israel, jendela-jendela di rumah sakit pecah, dan asap hitam terlihat mengepul dari lokasi tersebut. Pihak berwenang melaporkan sedikitnya 32 orang terluka dalam kejadian itu.
Dalam serangan sebelumnya pada Selasa (17/6), Iran juga berhasil menghantam pusat intelijen militer Israel yang biasa disebut Aman dan pusat operasi Mossad di Tel Aviv. Dalam serangan ini, Iran menggunakan rudal baru yang tak dapat dideteksi radar.
Reporter Magang: Devina Faliza Rey