Netanyahu akan Langsung Ditangkap jika Menginjak Tanah Hungaria
Magyar menegaskan Hungaria patuh dalam surat perintah penangkapan Pengadilan Kriminal Internasional (ICC).
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu siap-siap ditangkap jika menginjak tanah Hungaria. Hal itu diungkapkan Perdana Menteri Hungaria yang akan datang, Péter Magyar.
Magyar menegaskan Hungaria patuh dalam surat perintah penangkapan Pengadilan Kriminal Internasional (ICC). Dalam surat itu menyebutkan bahwa setiap orang yang dicari yang memasuki negara itu akan ditahan. Pernyataan itu jelas merujuk pada Netanyahu, yang dicari oleh ICC atas kejahatan perang.
Magyar dalam konferensi pers di Budapest menjawab pertanyaan tentang undangannya kepada Netanyahu untuk mengunjungi Hungaria Oktober mendatang untuk memperingati pemberontakan 1956, meskipun ada surat perintah penangkapan ICC yang dikeluarkan pada tahun 2024 atas tuduhan termasuk kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.
Magyar menegaskan bahwa ia bermaksud untuk membatalkan keputusan pemerintah yang akan segera berakhir yang dipimpin oleh Viktor Orbán untuk menarik diri dari Pengadilan Kriminal Internasional, sebuah langkah yang dijadwalkan akan berlaku pada 2 Juni.
Ia mengatakan telah memberi tahu Netanyahu melalui telepon bahwa Hungaria akan tetap menjadi anggota ICC. "Jika seseorang yang dicari memasuki negara kami sementara kami adalah anggota pengadilan, ia harus ditahan," katanya dikutip middleeastmonitor.com, Rabu (22/4).
Dilema Netanyahu
Kemudian, Magyar juga menjawab pertanyaan salah satu awak media. "Saya tidak perlu menjelaskan semuanya melalui telepon; saya berasumsi setiap kepala negara dan pemerintahan mengetahui hukum-hukum ini."
Pernyataan tersebut menempatkan Netanyahu dalam dilema hukum jika ia menerima undangan dan melakukan perjalanan ke Budapest, karena Hongaria akan berkewajiban untuk menangkap dan menyerahkannya ke ICC.
Pergeseran Kebijakan
Pemerintahan Viktor Orbán yang akan segera berakhir telah mengumumkan penarikan Hongaria dari ICC tahun lalu setelah pertemuan dengan Netanyahu, sebuah langkah yang secara luas dipandang sebagai dukungan politik. Namun, posisi Magyar menandakan pergeseran kebijakan menuju kepatuhan terhadap keputusan peradilan internasional.