Hari ke-6 Perang Iran vs AS-Israel: 1.123 Orang Tewas, Terbanyak Penduduk Iran
Konflik antara AS-Israel dan Iran telah berlangsung selama enam hari, dan hingga saat ini, belum terlihat adanya indikasi penurunan ketegangan kedua pihak.
Perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran telah berlangsung selama enam hari, dengan tidak adanya tanda-tanda penurunan eskalasi dari kedua belah pihak. Konflik ini bahkan telah meluas ke sejumlah negara di Timur Tengah, menciptakan gelombang serangan rudal dan drone yang mengakibatkan ribuan korban jiwa.
Saat ini, Iran telah melancarkan serangan di sembilan negara di kawasan, termasuk Bahrain, Irak, Yordania, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab, yang berpotensi meningkatkan jumlah korban jiwa. Sebuah drone Iran juga menyerang landasan pacu di pangkalan militer Inggris yang terletak di Siprus, meskipun sebagian besar serangan berhasil dicegat.
Media pemerintah Iran melaporkan bahwa jumlah korban tewas akibat serangan AS-Israel telah mencapai 1.045 orang. Insiden paling mematikan terjadi di kota Minab, Iran tenggara, ketika sebuah serangan menargetkan sekolah dasar perempuan.
"Jumlah korban tewas di Iran akibat serangan AS-Israel telah meningkat menjadi 1.045 orang," lapor kantor berita Tasnim seperti dikutip dari Al Jazeera pada Kamis (5/3). Kepala Hubungan Masyarakat Kementerian Kesehatan Iran, Hossein Kermanpour, menyatakan bahwa serangan Israel terhadap sekolah perempuan di Minab pada hari Minggu lalu telah menewaskan sekitar 180 anak kecil.
Di sisi Israel, dilaporkan sebanyak 11 orang tewas dan ratusan lainnya mengalami luka-luka. Serangan rudal balistik Iran ke Beit Shemesh di Israel tengah menyebabkan sembilan orang tewas dan lebih dari 20 orang luka-luka. Petugas penyelamat masih terus mencari di antara puing-puing. Pada malam Sabtu, seorang wanita di wilayah Tel Aviv dipastikan tewas akibat terkena pecahan peluru yang jatuh.
"Setidaknya 40 bangunan di Tel Aviv rusak akibat serangan Iran pada hari Sabtu," demikian laporan surat kabar Israel, Haaretz, mengutip pernyataan dari pemerintah kota Tel Aviv.
Korban Tewas dan Luka-Luka
Pada hari Senin, militer AS mengumumkan bahwa jumlah korban jiwa akibat konflik telah meningkat menjadi enam orang setelah dua jenazah ditemukan di fasilitas regional yang diserang oleh Iran. Selain itu, sebanyak 18 orang mengalami luka-luka dalam operasi militer tersebut.
Di Bahrain, tercatat satu orang tewas dan empat lainnya mengalami luka-luka. Sementara itu, laporan dari Irak menunjukkan dua orang tewas dan lima orang luka-luka. Di Yordania, meskipun tidak ada warga yang tewas, lima orang dilaporkan mengalami luka. Di Kuwait, empat orang dilaporkan tewas dan 35 orang mengalami cedera akibat insiden tersebut.
Lebanon menjadi salah satu negara yang paling terdampak, dengan sebanyak 50 orang tewas dan 335 orang luka-luka. Di Oman, satu orang tewas dan lima orang mengalami cedera. Insiden ini juga menyebabkan 16 orang luka-luka di Qatar, serta tiga warga Uni Emirat Arab tewas dan 68 orang luka-luka.
"Jumlah korban tewas akibat konflik tersebut telah meningkat menjadi 6 orang," ungkap pihak militer AS.