1.060 Orang Tewas dalam Perang Israel-Iran Selama 12 Hari
Ohadi mengatakan bahwa jumlah tersebut berpotensi terus bertambah.
Jumlah korban tewas akibat serangan Israel ke Iran antara 13 hingga 24 Juni mencapai 1.060 orang. Hal ini diungkapkan Kepala Yayasan Martir dan Urusan Veteran Iran, Saeed Ohadi.
Dalam sebuah wawancara televisi dengan stasiun kelolaan pemerintah Iran, IRIB TV, Ohadi mengatakan bahwa jumlah tersebut berpotensi terus bertambah. Sebab, masih ada korban yang terluka parah dan jasad-jasad yang belum teridentifikasi.
"Korban tewas akibat serangan Israel ke Iran antara 13 hingga 24 Juni mencapai 1.060 orang," kata Saeed, dikutip dari Antara, Rabu (9/7).
Israel Serang Iran Selama 12 Hari
Pada malam 13 Juni, Israel melancarkan operasi terhadap Iran, seraya menuduh Negeri Para Mullah itu memiliki program nuklir militer rahasia.
Serangan tersebut menewaskan para komandan senior, ilmuwan nuklir, dan warga sipil, serta melukai banyak orang, demikian menurut otoritas Iran.
Iran menolak tuduhan tersebut dan membalas dengan serangannya sendiri. Kedua pihak saling melancarkan serangan selama 12 hari, yang kemudian melibatkan Amerika Serikat dengan satu kali serangan terhadap fasilitas nuklir Iran pada malam 22 Juni.
Malam berikutnya, Teheran meluncurkan serangan rudal ke pangkalan AS Al Udeid di Qatar. Presiden AS Donald Trump pada 23 Juni mengatakan bahwa Israel dan Iran telah sepakat untuk melakukan gencatan senjata guna mengakhiri "Perang 12 hari".
Iran membantah memiliki dimensi militer dalam program nuklirnya. Badan Energi Atom Internasional (IAEA) tidak melihat bukti konkret bahwa Iran memiliki program senjata nuklir aktif, kata Direktur Jenderal Rafael Grossi pada 18 Juni.