Ekspor Minyak Venezuela Lumpuh Imbas Serangan Militer AS
Produksi minyak Venezuela terhambat akibat serangan militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat (AS).
Ekspor minyak Venezuela mengalami penurunan yang signifikan akibat serangan militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat (AS). Penurunan ini membuat ekspor minyak Venezuela terjun ke angka terendah, terutama karena blokade yang diterapkan oleh Presiden AS Donald Trump terhadap semua kapal tanker yang dikenakan sanksi, sehingga aktivitas pengiriman menjadi lumpuh. Para kapten pelabuhan saat ini belum mendapatkan izin keberangkatan untuk kapal-kapal yang membawa muatan, seperti yang disampaikan oleh beberapa sumber kepada kantor berita Reuters.
"Sejumlah kapal pengangkut minyak mentah di Venezuela dijadwalkan akan dikirim ke Amerika Serikat dan Asia, belum berlayar," demikian laporan yang disampaikan oleh kantor berita tersebut, yang mengutip data dari layanan pelacakan kapal TankerTrackers pada Minggu (4/1/2026). Beberapa kapal tanker lainnya yang seharusnya memuat bahan bakar juga meninggalkan negara tersebut dalam keadaan kosong. Secara spesifik, tidak ada kapal tanker yang terisi muatan di pelabuhan minyak utama negara itu di Jose pada hari Sabtu.
Menurut informasi dari sumber-sumber yang tidak disebutkan namanya, Reuters mencatat bahwa penghentian ekspor semacam ini dapat memaksa Venezuela untuk mengurangi produksi minyaknya. Wall Street Journal juga melaporkan bahwa sebuah kapal tanker yang awalnya menuju Venezuela untuk mengangkut minyak kini telah mengubah haluannya dan beralih ke Nigeria. Sementara itu, empat kapal lainnya telah menghentikan pelayaran mereka setelah serangan yang dilancarkan oleh AS terhadap Venezuela.
Serangan besar-besaran oleh AS
Pada hari Sabtu, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan bahwa negara tersebut telah melakukan serangan besar-besaran terhadap Venezuela. Dalam pernyataan tersebut, ia juga menyebutkan bahwa Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, bersama istrinya, Cilia Flores, telah ditangkap dan dibawa keluar dari negara tersebut.
Sejumlah media melaporkan adanya ledakan yang terjadi di Caracas, dan mereka mengklaim bahwa operasi tersebut dilaksanakan oleh anggota unit elite Delta Force. Berita ini menambah ketegangan yang sudah ada antara kedua negara, dan banyak pihak yang mengkhawatirkan dampak dari situasi ini bagi stabilitas kawasan.