Trump Sebut Venezuela Siap Serahkan 50 Juta Barel Minyak ke AS
Dalam akun resminya di Truth Social, Trump mengatakan minyak itu akan dijual dengan harga pasar.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan otoritas Venezuela sepakat menyerahkan 30 hingga 50 juta barel minyak mentah kepada Washington. Minyak tersebut merupakan stok yang sebelumnya terdampak sanksi ekspor AS terhadap Caracas.
Pengumuman itu disampaikan Trump melalui platform Truth Social pada Selasa (6/1). Trump menegaskan hasil penjualan minyak akan dikelola langsung pemerintahannya.
“Minyak ini akan dijual dengan harga pasar, dan saya akan mengendalikan pendapatan tersebut untuk memastikan digunakan bagi kepentingan rakyat Venezuela dan Amerika Serikat,” tulis Trump, seperti dilansir Aljazeera.com, Rabu (7/1).
Peluang Investasi Perusahaan AS
Trump juga menyebut telah memerintahkan Menteri Energi AS Chris Wright untuk segera mengeksekusi rencana pengiriman.
“Barang-barang itu akan diangkut dengan kapal penyimpanan, dan dibawa langsung ke dermaga bongkar muat di Amerika Serikat,” ujarnya.
Pengumuman ini disampaikan setelah operasi militer AS yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro.
Trump mengaitkan kebijakan tersebut dengan rencana menghidupkan kembali industri energi Venezuela serta membuka peluang investasi bagi perusahaan minyak AS.
Meski demikian, sejumlah analis menilai dampak kebijakan masih bergantung pada realisasi teknis. Pakar energi dari Baker Institute, Mark Finley, menyebut volume suplai perlu dilihat berdasarkan rentang waktu distribusi.
“Tiga puluh hingga 50 juta barel dalam jangka waktu berapa lama? Itu akan menjadi kunci untuk menilai signifikansinya,” kata Mark Finley.
Butuh Waktu Panjang dan Investasi Besar
Pandangan senada disampaikan akademisi energi global Universitas Washington Scott Montgomery, yang menilai mekanisme pengelolaan pendapatan minyak masih belum jelas.
“Saya sama sekali tidak tahu bagaimana Trump akan mendistribusikan uang tunai itu. Tidak banyak preseden untuk hal semacam ini,” ujarnya.
Para pengamat menilai pemulihan industri minyak Venezuela ke level historis tetap membutuhkan investasi besar dan waktu panjang di tengah rekam jejak sanksi, nasionalisasi aset, dan penurunan produksi.
Reporter Magang: Ahmad Subayu