Cuma Ada Satu Negara di Dunia yang Pernah Serang Amerika tapi Tidak Dibalas, Ternyata Bukan Iran
Serangan terhadap USS Liberty menewaskan 34 tentara Amerika Serikat, menjadi catatan sejarah yang ditutupi kebohongan.
Pada 8 Juni 1967, di tengah Perang Enam Hari, USS Liberty, sebuah kapal intelijen Angkatan Laut AS, berlayar di perairan timur Mediterania. Saat itu, ketegangan di Timur Tengah sedang memuncak. Tanpa diduga, kapal tersebut diserang oleh pesawat tempur dan kapal torpedo. Serangan ini menjadi peristiwa kelam dalam sejarah hubungan Amerika Serikat dan Israel.
Serangan mendadak itu terjadi sekitar pukul 14.00 waktu setempat. Kapal USS Liberty diserang secara berulang-ulang oleh pihak yang ternyata adalah Israel. Akibat serangan tersebut, 34 tentara Amerika Serikat tewas dan lebih dari 170 lainnya mengalami luka-luka. Insiden ini menjadi satu-satunya bentrokan bersenjata yang diketahui antara kedua negara.
Peristiwa penyerangan terhadap USS Liberty oleh Israel ini kemudian memunculkan berbagai pertanyaan dan teori konspirasi. Mengapa Israel menyerang kapal Amerika? Mengapa Amerika Serikat tidak membalas serangan tersebut? Banyak pihak yang merasa ada kebohongan besar yang ditutupi dalam insiden ini.
Alasan Israel Menyerang USS Liberty
Hingga saat ini, alasan pasti mengapa Israel menyerang USS Liberty masih menjadi misteri. Pemerintah Israel mengklaim bahwa serangan itu adalah sebuah kesalahan. Mereka berdalih bahwa pilot Israel mengira USS Liberty adalah kapal Mesir. Namun, klaim ini diragukan oleh banyak pihak, termasuk para korban selamat dari serangan tersebut.
Beberapa teori konspirasi menyebutkan bahwa Israel sengaja menyerang USS Liberty karena kapal tersebut memata-matai aktivitas militer Israel selama Perang Enam Hari. Teori lain mengatakan bahwa Israel ingin menyalahkan Mesir atas serangan tersebut untuk memprovokasi Amerika Serikat agar ikut campur dalam perang.
Terlepas dari apa pun alasannya, serangan terhadap USS Liberty adalah sebuah tragedi. Insiden ini menewaskan puluhan tentara Amerika Serikat dan merusak hubungan antara Amerika Serikat dan Israel.
Mengapa AS Tidak Membalas Serangan Israel?
Salah satu pertanyaan terbesar seputar insiden USS Liberty adalah mengapa Amerika Serikat tidak membalas serangan Israel. Padahal, sebuah kapal perang Amerika diserang dan puluhan tentaranya tewas. Mengapa Amerika Serikat tidak melakukan tindakan balasan?
Beberapa analis politik mengatakan bahwa Amerika Serikat tidak ingin memperburuk hubungan dengan Israel. Israel adalah sekutu penting Amerika Serikat di Timur Tengah. Amerika Serikat tidak ingin mengambil risiko kehilangan dukungan Israel dengan melakukan tindakan balasan.
Selain itu, ada juga teori yang menyebutkan bahwa pemerintah Amerika Serikat saat itu, di bawah Presiden Lyndon B. Johnson, memiliki hubungan dekat dengan Israel. Johnson tidak ingin menyakiti Israel dengan melakukan tindakan balasan. Hal ini menimbulkan kecurigaan bahwa ada faktor politik yang lebih besar yang berperan dalam keputusan untuk tidak membalas serangan tersebut.
Sejarah yang Ditutupi Kebohongan
Insiden USS Liberty adalah sebuah sejarah yang ditutupi kebohongan. Banyak pertanyaan yang belum terjawab dan banyak fakta yang disembunyikan. Para korban selamat dari serangan tersebut terus berjuang untuk mencari kebenaran dan menuntut keadilan.
Mereka percaya bahwa pemerintah Amerika Serikat dan Israel telah berkolusi untuk menutupi kebenaran tentang insiden tersebut. Mereka ingin agar kebenaran terungkap dan para pelaku bertanggung jawab atas tindakan mereka.
Sejarah USS Liberty adalah sebuah pengingat akan pentingnya mencari kebenaran dan menuntut keadilan, bahkan ketika kebenaran itu pahit dan keadilan itu sulit dicapai. Insiden ini juga menjadi pelajaran berharga tentang kompleksitas hubungan internasional dan bahaya dari kebohongan dan manipulasi.