Baru Dibebaskan Hamas, Tawanan Israel Ini Ikut Serbu Makam Ulama Palestina di Tepi Barat
Dalam melakukan aksinya, bekas tawanan ini dikawal tentara penjajah Israel.
Tawanan Israel, Agam Berger, yang dibebaskan Hamas belum lama ini, ikut menyerbu makam ulama Palestina di kota Nablus, Tepi Barat yang diduduki pada Minggu (2/3) malam. Berger melakukan aksi penyerbuan Makam Yusuf ini bersama pemukim Yahudi lainnya.
Selain itu, dia juga ditemani ibunya, Meirav, seorang rabbi dan pemukim Yahudi, Elyakim Levanon, dan ketua Dewan Regional Shomron (organisasi pemukim sayap kanan), Yossi Dagan. Saat melakukan aksinya, para pemukim ini dikawal tentara penjajah Israel, polisi perbatasan, dan anggota polisi.
Makam Yusuf merupakan situs yang diperebutkan dan menjadi sasaran serangan rutin oleh pemukim Israel. Warga Palestina meyakini Makam Yusuf adalah situs pemakaman seorang ulama yang tinggal di lingkungan sekitar Balata pada awal tahun 1900-an. Sementara orang Israel mengklaim tempat itu merupakan makam Nabi Yusuf.
"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada kalian, para tentara. Jaga diri kalian, kalian benar-benar pahlawan," kata Berger, seperti dikutip dari Middle East Eye, Selasa (4/3).
Berger merupakan petugas pengawas di tentara Israel. Dia sedang bertugas di pangkalan Nahal Oz ketika ditangkap Hamas pada 7 Oktober 2023. Dia dibebaskan pada 30 Januari lalu sebagai bagian tahap pertama perjanjian gencatan senjata antara Israel dan Hamas setelah ditahan selama 482 hari di Gaza.
Di pemakaman tersebut, Berger menyalakan lilin dan diberikan sertifikat oleh Dagan yang berisi kata-kata pertama yang diucapkan tawanan tersebut setelah pembebasannya: “Saya memilih jalan iman.”
“Semoga Tuhan memberikan keselamatan melalui IDF (tentara Israel), pemerintah Israel, dan seluruh bangsa Israel, dan membawa pulang semua tawanan dengan kemenangan besar,” kata Dagan.