Bangunan Kuno Pemujaan Dewa Ular Ditemukan di Tengah Hutan Belantara, Begini Bentuknya
Struktur kuno ini diduga terkait dengan pemujaan terhadap dewa ular Maya.
Situs ini kemungkinan berhubungan dengan pemukiman Maya kuno yang dikenal sebagai Itzamkanac, yang merupakan ibu kota regional dan pusat perdagangan.
Bangunan Kuno Pemujaan Dewa Ular Ditemukan di Tengah Hutan Belantara, Bentuknya Melingkar
Para peneliti dari Institut Antropologi dan Sejarah Nasional Meksiko (INAH) menemukan struktur melingkar di situs arkeologi El Tigre yang berada di hutan, di negara bagian Campeche, Semenanjung Yucatán. Struktur kuno ini diduga terkait dengan pemujaan terhadap dewa ular Maya.El Tigre kemungkinan berhubungan dengan pemukiman Maya kuno yang dikenal sebagai Itzamkanac, yang merupakan ibu kota regional dan pusat perdagangan. Penduduk wilayah itu adalah budaya Chontal atau Putun Maya, yang memuja dewa ular Kukulcán, di antara dewa-dewa lainnya.
Situs El Tigre memiliki sejarah pendudukan panjang selama lebih dari 2.000 tahun, hingga era penjajahan Spanyol dimulai pada abad ke-16.
Struktur yang baru ditemukan ini berasal dari periode 1000-1200 Masehi dan kemungkinan digunakan untuk pemujaan Kukulcán, yang setara dengan dewa angin Quetzalcóatl dalam mitologi Aztec, kata INAH dalam sebuah pernyataan.
Sumber: Newsweek
Menurut laporan arkeolog, struktur ini terdiri dari dua tingkat dan diduga mendukung sebuah kuil beratap datar yang didedikasikan untuk Kukulcán.
Ini mirip dengan bangunan serupa yang sebelumnya ditemukan di situs seperti Edzná, Becán, Uxmal, dan Chichen Itzá, di seluruh Yucatán.
Hubungan ini memungkinkan penyebaran ide-ide keagamaan antara Chontal Maya dan wilayah lain. Misalnya, meskipun pemujaan Kukulcán berasal dari tradisi Maya sebelumnya, pemujaan tersebut mungkin juga dipengaruhi oleh pemujaan Quetzalcóatl.
Sebuah dokumen sejarah penting dari wilayah yang dikenal sebagai Paxbolón Maldonado Papers, menggambarkan sebuah pemukiman yang disebut Itzamkanac yang menampilkan kuil-kuil yang didedikasikan untuk empat dewa utama dari periode Postclassic Maya, salah satunya Kukulcán.
“Bangunan ini memperluas pengetahuan kita tentang pendudukan akhir El Tigre. Struktur melingkar seperti ini umumnya sesuai dengan periode Postclassic awal antara A.D. 1000 dan 1200, ketika zona Maya memiliki hubungan dengan daerah lain di Mesoamerika,” ujar direktur umum INAH Diego Prieto dalam konferensi pers.
Struktur ini ditemukan selama pekerjaan penyelamatan arkeologi sebagai bagian dari proyek Tren Maya (Kereta Maya). Proyek ini melibatkan jalur kereta api sepanjang lebih dari 1.600 kilometer, yang dijadwalkan akan beroperasi pada Desember. Jalur ini melintasi Semenanjung Yucatán di Meksiko, yang merupakan pusat peradaban Maya kuno dan kaya akan barang antik.
Sumber: Newsweek
Tren Maya adalah salah satu proyek infrastruktur terbesar dan paling kontroversial dalam sejarah Meksiko. Proyek ini diharapkan bisa membawa wisatawan dari resor pantai populer di kawasan itu ke lokasi pedalaman yang kurang dikenal, termasuk situs Maya bersejarah yang mewakili beberapa bagian termiskin di Meksiko selatan.Meskipun ribuan artefak dan struktur Maya kuno telah ditemukan selama proyek tersebut, kritikus mengkhawatirkan risiko kerusakan atau kehancuran bagi situs-situs bersejarah dan lingkungan sekitarnya.