Biasanya ilmuwan harus menggali lebih dalam untuk menemukan artefak. Tapi tidak kali ini.
Sebuah ukiran berbentuk kepala ular raksasa yang terbuat dari batu, ditemukan di Meksiko ketika terjadi bencana gempa bumi pada tahun 2022.
Pasca kejadian gempa bumi yang berkekuatan 7,6 skala richter ini telah merusak beberapa bangunan dan salah satu sekolah hukum di kota ini.
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Kepala ular ini juga diperkirakan memiliki berat sekitar 1,2 metrik ton.
Mengutip Sciencealert, Senin, (30/10), bentuknya yang besar, menjadikan para arkeolog sangat hati-hati ketika menggunakan derek untuk memindahkan situs ini.
Setelah dipindahkan, pihak Universitas Otonomi Nasional dan Museum Templo Mayor di Meksiko berupaya untuk memeriksa dan menjaga keaslian warna yang hanya tersisa 80 persen.
Para peneliti menyebutkan bahwa warna yang ada pada batu ini adalah merah, biru, hitam, putih, dan oker, yang berasal dari bahan alami seperti mineral dan tumbuhan.
Advertisement
Advertisement
Kepala ular yang berasal dari zaman Aztec ini diketahui berasal dari kota Tenochtitlan, yang pada saat itu masyarakat disana banyak menggunakan ular dalam berbagai karya seni.
Hal ini terjadi lantaran salah satu dewa yang bernama Quetzalcoatl bentuknya mirip dengan ular.
Dengan adanya penemuan ini, para peneliti menyebutkan bahwa ukiran-ukiran dalam batu ini akan memberikan pengetahuan bagi umat manusia dalam melihat kejadian di masa lalu. Sebab, akan masih banyak temuan lainnya yang terkubur dan bertahan selama ribuan tahun baik dalam bentuk tulisan, lukisan, perkamen, atau kertas yang masih dicari.
Selain menambah ilmu pengetahuan tentang masa lalu, penemuan dari zaman aztec juga akan memberikan jawaban mengenai hilangnya populasi mereka dengan sangat cepat akibat dugaan dugaan penyerangan dan penyakit yang menular.
Advertisement