Jejak Dua Kartel Narkoba Legendaris Biang Kerok Kerusuhan Besar di Meksiko dan Brasil

Dua kelompok narkoba yang terkenal berhasil dibongkar sepenuhnya. Liputan6.com merangkum perjalanan dan aksi kedua geng narkoba yang paling dicari ini.

Tim Global
Oleh Tim Global - Reporter
Jejak Dua Kartel Narkoba Legendaris Biang Kerok Kerusuhan Besar di Meksiko dan Brasil
Sosok pemimpin kartel narkoba, Generasi Baru Jalisco (CJNG), Nemesio Ruben Oseguera Cervantes alias "El Mencho" dalam poster yang dirilis Badan Pemberantasan Narkoba Amerika Serikat (DEA). (D (© 2026 Liputan6.com)

Perang melawan geng narkoba telah menyebabkan kerusuhan di Guadalajara, ibu kota Jalisco, Meksiko, pada tanggal 22 Februari 2026. Situasi yang lebih mengerikan sebelumnya terjadi di Rio de Janeiro ketika polisi Brasil melakukan penumpasan terhadap geng narkoba pada 28 Oktober 2025.

Korban jiwa terus berjatuhan dalam operasi militer di kedua negara tersebut. Baku tembak menjadi hal yang tak terhindarkan dalam operasi ini, yang mengakibatkan 73 orang tewas di Meksiko. Dari pihak aparat keamanan, 25 petugas kehilangan nyawa, sementara dari pihak geng narkoba, dilaporkan 30 orang tewas.

Di antara korban tersebut, terdapat empat orang yang tewas, termasuk pemimpin geng narkoba Generasi Baru Jalisco (New Generation Cartel/CJNG), Nemesio Ruben Oseguera Cervantes, yang lebih dikenal dengan nama El Mencho.

Sementara itu, di Brasil, jumlah korban jiwa dalam operasi ini jauh lebih tinggi. Total korban tewas mencapai 132 orang, dan sebanyak 113 orang berhasil ditangkap oleh polisi.

Suasana mencekam terlihat jelas, dengan mayat-mayat korban dibiarkan tergeletak di jalanan kota. Dalam operasi tersebut, pihak kepolisian juga berhasil menyita 118 senjata api. Sebagian besar korban adalah pria berusia antara 20 hingga 30 tahun, yang diyakini merupakan anggota dari kelompok kriminal Comando Vermelho, yang merupakan jaringan narkoba terbesar dan tertua di Rio.

Dua geng narkoba legendaris ini pun telah ditumpas habis. Berikut jejanya:

Meksiko mengerahkan setidaknya 10.000 personel militer dalam operasi besar untuk meredam kekerasan dan mengamankan wilayah strategis pasca kematian gembong Nemesio Ruben Oseguera Cervantes alias
Meksiko mengerahkan setidaknya 10.000 personel militer dalam operasi besar untuk meredam kekerasan dan mengamankan wilayah strategis pasca kematian gembong Nemesio Ruben Oseguera Cervantes alias

Generasi Baru Jalisco (New Generation Cartel/CJNG) didirikan antara tahun 2007 hingga 2009 dan dengan cepat tumbuh menjadi salah satu organisasi kriminal paling berkuasa di Meksiko. Kartel ini dikenal karena taktik agresifnya dalam menyerang militer, termasuk serangan terhadap helikopter, dan menjadi pelopor dalam penggunaan drone untuk menjatuhkan bahan peledak serta pemasangan ranjau.

Pada tahun 2020, CJNG melancarkan upaya pembunuhan yang menghebohkan dengan menggunakan granat dan senapan berkaliber tinggi di pusat Kota Meksiko, menargetkan kepala kepolisian ibu kota saat itu yang kini menjabat sebagai menteri keamanan dan perlindungan warga.

Badan Antinarkotika Amerika Serikat (DEA) menilai bahwa CJNG memiliki kekuatan dan jangkauan yang setara dengan Kartel Sinaloa, dengan keberadaan mereka tersebar di seluruh 50 negara bagian AS.

Kartel ini menjadi salah satu penyedia utama kokain untuk pasar AS dan meraup miliaran dolar dari produksi fentanyl serta metamfetamin. Di sisi lain, Kartel Sinaloa mengalami kemunduran akibat konflik internal setelah dua pemimpinnya, Ismael "El Mayo" Zambada dan Joaquin "El Chapo" Guzman, ditahan di AS.

Saat ini, pemimpin CJNG adalah Nemesio Ruben Oseguera Cervantes, yang dikenal sebagai El Mencho, yang baru-baru ini tewas dalam baku tembak dengan polisi. El Mencho, yang berusia 59 tahun dan berasal dari Aguililla, Michoacan, telah terlibat dalam perdagangan narkoba sejak tahun 1990-an. Ia pernah bermigrasi ke AS dan pada tahun 1994 dihukum karena konspirasi distribusi heroin oleh Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Utara California, di mana ia menjalani hampir tiga tahun penjara.

Setelah dibebaskan, El Mencho kembali ke Meksiko dan melanjutkan aktivitasnya dalam perdagangan narkoba bersama Ignacio Coronel Villarreal, yang dikenal sebagai "Nacho Coronel". Setelah Villarreal tewas, El Mencho bersama Erik Valencia Salazar, yang dikenal sebagai "El 85", membentuk CJNG. Awalnya, mereka bekerja untuk Kartel Sinaloa sebelum akhirnya berpisah dan terlibat dalam perebutan wilayah yang berkepanjangan.

Sejak tahun 2017, El Mencho telah beberapa kali didakwa di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Columbia. Dakwaan terbarunya pada 5 April 2022 mencakup konspirasi dan distribusi metamfetamin, kokain, dan fentanyl untuk tujuan impor ilegal ke AS, penggunaan senjata api dalam tindak pidana narkotika, serta pelanggaran Undang-Undang Penindakan Gembong Narkoba karena memimpin organisasi kriminal yang berkelanjutan.

Tahun lalu, pencarian oleh keluarga korban orang hilang menemukan tumpukan sepatu, pakaian, dan fragmen tulang di lokasi yang kemudian diidentifikasi sebagai tempat perekrutan dan pelatihan milik kartel Jalisco. Kematian El Mencho menandai awal baru dalam perang melawan kartel narkoba di Meksiko, dengan dampak langsung berupa gelombang kekerasan dan ketidakstabilan di berbagai wilayah negara tersebut.

Polisi melancarkan operasi penggerebekan geng narkoba di Brasil setelah menerima laporan bahwa pengedar narkoba merekrut anak-anak untuk geng mereka. (Foto: AFP)
Polisi melancarkan operasi penggerebekan geng narkoba di Brasil setelah menerima laporan bahwa pengedar narkoba merekrut anak-anak untuk geng mereka. (Foto: AFP)

Di Brasil, nama Comando Vermelho atau Komando Merah dikenal sebagai geng kriminal terbesar yang beroperasi di Rio de Janeiro. Geng ini telah berdiri selama 54 tahun dan awalnya dibentuk untuk melawan penyiksaan yang dialami narapidana di penjara. Komando Merah didirikan di Lembaga Pemasyarakatan Cândido Mendes, yang terletak di Ilha Grande, tempat para kriminal dan tahanan politik ditahan pada tahun 1970-an. Geng ini awalnya dikenal sebagai Red Phalanx dan didirikan oleh William da Silva Lima, seorang penjahat yang dikenal dengan julukan 'Profesor'.

'Profesor' menghabiskan lebih dari 30 tahun di penjara setelah dijatuhi hukuman hampir 100 tahun penjara atas berbagai kejahatan, termasuk perampokan bank dan penculikan. Di penjara, dia menjadi perwakilan para narapidana dan bertanggung jawab untuk berkomunikasi dengan pihak berwenang. Dalam bukunya yang berjudul Sejarah Comando Vermelho, Lima mengungkapkan semua rincian tentang kemunculan faksi tersebut dan keterlibatannya dalam kejahatan. Pada saat itu, kondisi di Lembaga Pemasyarakatan Cândido Mendes sangat buruk, sehingga mendorong para tahanan untuk berorganisasi demi mengakhiri keadaan mereka yang menyedihkan.

Dengan terbentuknya Red Phalanx, cikal bakal dari Komando Merah, para tahanan mulai mengorganisir diri. Pada tahun 1979, setelah pembebasan tahanan politik, anggota Red Phalanx mulai mengembangkan strategi baru. Mereka fokus pada dua hal utama: pelarian dari penjara dan investasi dalam perdagangan narkoba, khususnya kokain. Antara tahun 1983 dan 1986, Komando Merah memperluas operasinya di luar penjara dan berhasil mendominasi perdagangan narkoba di Rio de Janeiro, bahkan menguasai 70 persen titik penjualan narkoba pada tahun 1985.

Salah satu momen paling dramatis dalam sejarah kejahatan terjadi pada tahun 1994, yang dianggap sebagai pengkhianatan terbesar di dunia kriminal Rio de Janeiro. Penjahat bernama 'Orlando Jogador', yang merupakan pemimpin Komando Merah di Complexo do Alemão, dibunuh oleh U karena masalah yang berkaitan dengan perempuan. Setelah pembunuhan tersebut, U membentuk faksi saingan bernama ADA (Amigo dos Amigos). Selain itu, milisi dan TCP (Terceiro Comando Puro) juga menjadi musuh utama Komando Merah.

Komando Merah menjalin aliansi dan menyusun rencana "non-agresi" dengan PCC (Primeiro Comando da Capital) untuk berbagi rute perdagangan narkoba. Namun, pada pertengahan 2016, kedua geng ini dilaporkan mengalami keretakan. Saat ini, Komando Merah tetap menjadi geng kriminal terbesar di Rio de Janeiro dan yang terbesar kedua di Brasil, dengan karakteristik dan skema yang mirip dengan mafia. Selain perdagangan narkoba, geng ini juga terlibat dalam jual beli senjata, memproduksi "alat perang" di Brasil dan menggunakan senjata yang diimpor dari negara lain.

Rekomendasi