Arkeolog Temukan Lokasi Suku Maya Tangkap Ikan Lele, Sebuah Kanal Zig-Zag Berusia 4.000 Tahun

Arkeolog menemukan lokasi itu lewat citra satelit dan drone.

Pandasurya Wijaya
Oleh Pandasurya Wijaya - Reporter
Arkeolog Temukan Lokasi Suku Maya Tangkap Ikan Lele, Sebuah Kanal Zig-Zag Berusia 4.000 Tahun
peninggalan suku maya (wikimedia common)

Baru-baru ini arkeolog telah menemukan jaringan kanal peninggalan suku Maya yang disebut-sebut sebagai penemuan tertua di Amerika Tengah.

Jaringan kanal ini berasal dari 4.000 tahun lalu yang ditemukan di Belize oleh ilmuwan menggunakan Google Earth dan drone setelah melakukan serangkaian penggalian di Suaka Margasatwa Crooked Tree Belize.

Para peneliti memperkirakan kanal-kanal rumit tersebut kemungkinan digunakan sejak dibangun sekitar tahun 2000 SM hingga 200 M.

Para ahli mengungkapkan citra satelit dan drone di wilayah tersebut sangat penting untuk membuat penemuan itu.

“Citra udara sangat penting untuk mengidentifikasi pola kanal linear zigzag yang sangat khas ini,” kata Eleanor Harrison-Buck dari Universitas New Hampshire, seperti dikutip dari laman Greek Reporter, Selasa (26/11).

Harrison-Buck menjelaskan kanal-kanal tersebut membentang sejauh berkilo-kilo meter di lahan basah Belize.

Dia menuturkan, kanal-kanal kuno tersebut memiliki beberapa kolam di dalamnya dan ditemukan bukti aktivitas para pendahulu suku Maya kuno menggunakan kanal-kanal itu untuk menangkap ikan lele di antara spesies air tawar lainnya.

Para peneliti meyakini kanal-kanal ini adalah perangkap ikan skala besar paling awal yang dilakukan pada zaman purba.

"Ini adalah fasilitas penangkapan ikan Archaic skala besar paling awal yang tercatat di Mesoamerika kuno. Hal seperti ini mungkin merupakan respons terhadap gangguan iklim jangka panjang yang tercatat antara 2200-1900 SM," kata para ahli.

Ilmuwan berpendapat kanal-kanal kuno tersebut digunakan pada tahun-tahun ketika bangsa Maya baru saja mulai membangun wilayah tersebut dan meletakkan fondasi bagi peradaban yang akhirnya bertahan selama ribuan tahun.

“Sangat menarik melihat modifikasi lanskap berskala besar pada masa lampau ini menunjukkan manusia sudah membangun sesuatu,” kata arkeolog Universitas Pittsburgh, Claire Ebert kepada AP.

Lebih jauh lagi pada penelitian ini, para ahli menggambarkan adanya hubungan antara kerajaan Maya dengan para pendahulunya.

Menurut tim ahli, kanal-kanal yang dulunya digunakan oleh para pendahulu mereka untuk menangkap ikan lele bisa jadi merupakan salah satu faktor pendukung pembangunan kuil-kuil besar bangsa Maya kuno.

Reporter Magang: Elma Pinkan Yulianti

Rekomendasi