Mobilnya Jatuh ke Jurang lalu Meledak, 2 Agen CIA Tewas Usai Operasi Kartel Narkoba di Meksiko
Tanggapan presiden Meksiko mengenai kematian dua anggota CIA tersebut justru memicu perhatian publik yang besar.
Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, memerintahkan penyelidikan setelah dua agen intelijen Amerika Serikat (AS) tewas dalam sebuah operasi kontra-narkotika di Negara Bagian Chihuahua, yang terletak di utara Meksiko. Duta Besar AS untuk Meksiko, Ronald Johnson, mengonfirmasi kematian kedua pejabat tersebut sebagai "dua anggota staf dari Kedutaan Besar AS."
Namun, pihak AS kemudian menjelaskan kepada The New York Times dan The Washington Post bahwa keduanya adalah anggota Badan Intelijen Pusat AS (CIA).
Kedua agen tersebut tewas bersama dua pejabat Meksiko dari Badan Investigasi Negara Bagian Chihuahua (AEI) dalam sebuah kecelakaan mobil saat mereka kembali dari penggerebekan narkoba di wilayah Morelos pada Minggu, 19 April 2026. Pada Senin, 20 April, Sheinbaum menyatakan bahwa pemerintahannya tidak mengetahui adanya kerjasama langsung antara Negara Bagian Chihuahua dengan personel Kedutaan Besar AS di Meksiko, dan saat ini sedang menyelidiki aktivitas serta lembaga asal orang-orang tersebut.
"Hubungan ini bersifat federal, bukan negara bagian," ujarnya, seperti dikutip dalam laporan Time.
"Meskipun berlangsung di tingkat negara bagian, kerja sama ini tetap harus mendapat izin dari pemerintah federal, sebagaimana diatur dalam konstitusi."
Mobil Tergelincir ke Jurang lalu Meledak
Perintah Sheinbaum untuk melakukan penyelidikan ini kembali memicu diskusi mengenai sejauh mana keterlibatan AS di Meksiko. Meskipun keterlibatan pejabat AS dalam pelatihan pasukan keamanan Meksiko sering terjadi, kehadiran langsung AS di wilayah Meksiko menjadi isu sensitif, terutama setelah penggulingan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, oleh AS.
Seperti yang terjadi sebelumnya dengan Maduro, Presiden Donald Trump telah mendesak Sheinbaum dan pemerintahannya untuk mengambil tindakan tegas terhadap kartel narkoba untuk menghentikan aliran obat terlarang ke AS. Ia bahkan mengisyaratkan kemungkinan tindakan militer jika upaya tersebut tidak memenuhi harapannya.
Dalam konteks ini, CIA diketahui telah meningkatkan kerjasama dengan Meksiko sebagai bagian dari upaya tersebut. Tahun lalu, Sheinbaum mengungkapkan bahwa AS melakukan penerbangan pengawasan drone di wilayah Meksiko atas permintaannya.
Selain itu, Direktur CIA, John Ratcliffe, telah mengalokasikan sumber daya baru untuk operasi kontra-kartel di wilayah perbatasan AS-Meksiko pada awal 2025. Jaksa Agung Chihuahua, Cesar Jauregui, menyatakan pada hari Minggu bahwa para pejabat tersebut sedang berkendara pada malam hari ketika kendaraan mereka diduga tergelincir, jatuh ke jurang, dan meledak.
Ia menambahkan bahwa jaksa negara bagian telah bekerja sama dengan militer federal Meksiko selama berbulan-bulan dalam penyelidikan terkait laboratorium narkoba di wilayah Morelos.
Sikap Presiden Meksiko Menjadi Perhatian Publik
Kehadiran agen CIA di Meksiko mencerminkan sejarah panjang kolaborasi keamanan antara kedua negara. Hal ini termasuk operasi bersama yang dilakukan di sepanjang perbatasan, sebagaimana diungkapkan oleh Renato Sales Heredia, mantan Komisaris Keamanan Nasional Meksiko di bawah Presiden Enrique Pena Nieto antara tahun 2015 hingga 2018.
"Pertanyaannya bukan apakah mereka berada di sini atau tidak," kata Sales seperti dikutip dari NY Times.
"Melainkan apa sebenarnya yang mereka lakukan dan apa yang terjadi pada mereka."
Ia juga menjelaskan adanya koordinasi yang erat selama bertahun-tahun, termasuk operasi di lapangan yang melibatkan polisi federal Meksiko dan agen dari Badan Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS (CBP) yang menargetkan tokoh kriminal berprofil tinggi.
Selama masa jabatannya, pihak berwenang Meksiko juga menjalin kerja sama yang erat dengan Biro Investigasi Federal (FBI) dan berbagai badan intelijen AS lainnya. Mereka memberikan pelatihan kepada pasukan polisi negara bagian, sering kali membawa petugas ke Quantico.
"Sudah ketinggalan zaman untuk mengklaim bahwa hal ini melanggar kedaulatan atau mempertanyakan apakah ada izin," ujar Sales.
"Khususnya di negara bagian perbatasan, wilayah-wilayah ini dikelola secara bersama dengan lembaga federal dan diawasi oleh jaksa negara bagian."
Menurut Duncan Wood, seorang peneliti di Wilson Center, respons Sheinbaum lebih dipengaruhi oleh kepentingan politik domestik dan partai sayap kiri Morena yang dipimpinnya, dibandingkan dengan tekanan dari Trump.
Wood menambahkan bahwa kemungkinan tindakan militer langsung dari AS terhadap kartel Meksiko—yang pernah diancamkan oleh Trump—akan menjadi momen yang sangat signifikan. Dalam situasi ini, Sheinbaum harus menyeimbangkan tekanan dari Trump dengan kondisi politik di dalam negeri.
"Setiap pemimpin Meksiko biasanya akan menunjukkan kekhawatiran dan keterkejutan ketika mengetahui ada operasi agen AS di wilayah mereka, meskipun sebenarnya hal seperti ini sering terjadi," tutur Wood.
"Hal itu disebabkan oleh kuatnya rasa nasionalisme di Meksiko—seperti di banyak negara lain—terkait keberadaan agen asing."
Ia juga menyatakan bahwa keadaan ini semakin rumit karena ketegangan antara AS dan Meksiko, yang telah menimbulkan banyak tekanan bagi Sheinbaum di partainya.
"Saya pikir ketika Sheinbaum menyampaikan pernyataan seperti itu, ia juga ingin menunjukkan bahwa dialah yang memegang kendali—bukan pihak lain, dan bahwa AS tidak mengatur dirinya," ujarnya.
"Ia perlu menunjukkan sikap tegas demi kepentingan politik dalam negeri."