Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dianggap Permainan yang Dicintai Para Dewa, Ada Ritual Khusus Bangsa Maya Kuno sebelum Bermain Bola

Sebuah tim arkeolog telah mengidentifikasi beberapa jejak tanaman di bawah lantai beraspal yang digunakan sebagai lapangan bagi bangsa Maya Kuno untuk bermain bola.

Tanaman-tanaman tersebut digunakan oleh masyarakat Maya Kuno pada berbagai upacara.

Melansir ScienceAlert, Ars Technica, dan Majalah Archaeology, Jumat (10/5), penemuan ini terjadi di Yaxnohcah, sebuah kota Maya kuno yang sekarang berada di wilayah Campeche, Meksiko.

Yaxnohcah berkembang dari sekitar tahun 1000 sebelum Masehi hingga 200 Masehi.

Yaxnohcah berkembang dari sekitar tahun 1000 sebelum Masehi hingga 200 Masehi.

Tim arkeolog dari Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko mengatakan bahwa jejak tanaman yang ditemukan merupakan bagian dari ritual pemberkatan selama pembangunan lapangan.

Keberadaan sedimen jejak tanaman-tanaman yang ditemukan di bawah empat tingkat batu beraspal berperan dalam membuat tanaman tersebut relatif tetap terjaga sejak pembangunan lapangan.



 

Dianggap Permainan yang Dicintai Para Dewa, Ada Ritual Khusus Bangsa Maya Kuno sebelum Bermain Bola

Tim peneliti kemudian melakukan pengurutan DNA pada sedimen tersebut dan menemukan konsentrasi tinggi akan bahan dari tanaman yang penting bagi hidup bangsa Maya. Tim peneliti menyimpulkan bahwa terdapat 15 gen tanaman, dengan 4 di antaranya berhasil diidentifikasi.

Para arkeolog menemukan Ipomoea corymbosa atau xtabentun dalam bahasa Maya. Xtabentun merupakan tanaman merambat berbunga yang juga merupakan sebuah spesies dari tanaman sri pagi.

Tanaman ini dapat menimbulkan efek halusinasi ketika dikonsumsi. Bangsa Maya Kuno diperkirakan menggunakan tanaman ini dalam upacara peramalan untuk berkomunikasi dengan dewa-dewa.


 

Dianggap Permainan yang Dicintai Para Dewa, Ada Ritual Khusus Bangsa Maya Kuno sebelum Bermain Bola

Tanaman kedua yang ditemukan adalah cabai atau Capsicum sp. atau ic dalam bahasa Maya. Cabai digunakan sebagai penyedap pada makanan dan untuk penyembuhan penyakit.

Yang ketiga, tim peneliti menemukan Hampea trilobata atau tanaman jool.

Daun dan kulit kayu dari pohon jool dapat digunakan untuk membungkus sekumpulan tanaman lain serta makanan.

Bahan-bahan tersebut juga dapat digunakan untuk membuat benang ikat untuk keranjang. Tanaman ini juga mempunyai khasiat untuk penyembuhan penyakit.

Tanaman terakhir yang berhasil diidentifikasi adalah Oxandra lanceolata atau chilcahuite dalam bahasa Maya yang berasal dari keluarga sirsak-sirsakan.

Tanaman ini juga merupakan tanaman obat. Ia bisa digunakan sebagai vasodilator, obat bius, dan antibiotik. Kayu dari tanaman ini juga dapat dijadikan sebagai bahan pembuatan tombak dan busur panahan.

Para arkeolog belum dapat memastikan ritual apa yang dilakukan dengan menggunakan berbagai tanaman tersebut. Terdapat beberapa kemungkinan, salah satunya adalah ritual/upacara untuk menangkal penyakit dari luar.

Kemungkinan yang lain, yang dianggap lebih mungkin, adalah bahwa upacara tersebut merupakan ritual “penjiwaan” atau ritual perbaikan bumi untuk menyenangkan para dewa sehingga para dewa selalu memberkati kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan lapangan bola tersebut.

Dianggap Permainan yang Dicintai Para Dewa, Ada Ritual Khusus Bangsa Maya Kuno sebelum Bermain Bola

Permainan bola merupakan bagian yang krusial bagi masyarakat Maya Kuno.

Permainan bola dapat dianggap sebagai salah satu kegiatan keagamaan yang memuliakan para dewa dan pahlawan.

Bahkan, terkadang dilakukan pengurbanan tawanan penting setelah selesai pertandingan.

Alat ini Dipakai Buat Hukuman Mati, Korbannya Bisa Mengeluarkan Suara Banteng
Alat ini Dipakai Buat Hukuman Mati, Korbannya Bisa Mengeluarkan Suara Banteng

Alat ini digunakan pada zaman Yunani kuno. Memberi hukuman mati kepada seseorang.

Baca Selengkapnya
Begini Cara Manusia Kuno Menentukan Hari dan Waktu
Begini Cara Manusia Kuno Menentukan Hari dan Waktu

Berikut adalah proses dari dulu hingga sekarang manusia menentukan hari dan waktu.

Baca Selengkapnya
Dulunya Hewan-hewan ini Berdarah Dingin, Tapi Berubah Berdarah Panas saat 180 Juta Tahun Lalu
Dulunya Hewan-hewan ini Berdarah Dingin, Tapi Berubah Berdarah Panas saat 180 Juta Tahun Lalu

Semuanya berubah saat terjadi perubahan iklim. Mereka "bermetamorfosis" menjadi hewan berdarah panas.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Burung Ini Bisa Terbang
Burung Ini Bisa Terbang "Tanpa" Mengepakkan Sayapnya

Rekor didapatkan oleh burung ini. Ia hanya "sesekali" mengepakan sayapnya.

Baca Selengkapnya
Kitab Ini Jadi Pedoman Bangsa Mesir Kuno Menggambarkan Galaksi Bima Sakti
Kitab Ini Jadi Pedoman Bangsa Mesir Kuno Menggambarkan Galaksi Bima Sakti

Bangsa Mesir Kuno punya pedoman pemahaman terhadap galaksi bima sakti berdasarkan sebuah kitab.

Baca Selengkapnya
Mengenal Permainan Konclong Khas Garut, Permainan Tradisional yang Melatih Kreativitas Anak
Mengenal Permainan Konclong Khas Garut, Permainan Tradisional yang Melatih Kreativitas Anak

Konclong merupakan sebutan bagi permainan tradisional di Kampung Adat Dukuh, Garut Selatan.

Baca Selengkapnya
Bisakah Manusia Selamat dari Lubang Hitam?
Bisakah Manusia Selamat dari Lubang Hitam?

Hal ini masih menjadi misterius bagi para ilmuwan untuk bisa memecahkannya.

Baca Selengkapnya
Burung Ini Mampu Terbang 10 Bulan Nonstop, Makannya saat Melayang di Udara
Burung Ini Mampu Terbang 10 Bulan Nonstop, Makannya saat Melayang di Udara

Barangkali ini adalah satu-satunya burung di dunia yang mampu terbang nonstop 10 bulan.

Baca Selengkapnya
3 Hal Ini yang Dikhawatirkan AS soal Bahaya Tiktok, Salah Satunya Bisa Cuci Otak
3 Hal Ini yang Dikhawatirkan AS soal Bahaya Tiktok, Salah Satunya Bisa Cuci Otak

Berikut bahaya TikTok menurut pemerintah AS jika benar-benar tidak ditindaklanjuti.

Baca Selengkapnya