Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Burung Ini Bisa Terbang "Tanpa" Mengepakkan Sayapnya

Burung Ini Bisa Terbang

Burung Ini Bisa Terbang "Tanpa" Mengepakkan Sayapnya 

Rekor didapatkan oleh burung ini. Ia hanya "sesekali" mengepakan sayapnya.

Kebanyakan burung melakukan pergerakan mereka dengan cara terbang.

Meskipun demikian, tidak seemua penerbangan burung hanya dilakukan dengan mengepakkan sayapnya saja.

Burung bisa saja terbang tanpa mengepakkan sayapnya, yaitu dengan cara meluncur.

Burung Ini Bisa Terbang

Mengutip dari IFLScience, Associated Press, dan The Guardian, Minggu (21/4), burung kondor andes (Vultur gryphus) memegang rekor sebagai spesies burung yang paling sedikit mengepakkan sayapnya selama dalam penerbangan.

Burung yang bisa ditemui di Pegunungan Andes, Amerika Selatan ini bisa mempunyai rentang sayap yang lebar, yaitu hingga 3,2 meter.

Burung ini juga memiliki tubuh yang besar, yaitu bisa mencapai berat 15 kg.

Dengan tubuhnya yang sangat besar tersebut, kondor andes juga menjadi burung terberat yang bisa terbang tinggi di angkasa.


 

Rekor terbang tanpa mengepakkan sayap tersebut diketahui setelah tim peneliti dari Universitas Swansea dan Universitas Nasional Comahue melacak delapan burung kondor andes dalam rentang waktu lima tahun dengan menandai mereka menggunakan perangkat GPS dan alat perekam yang bisa mencatat jumlah kepakan sayap mereka.

Burung Ini Bisa Terbang

Secara menakjubkan, burung-burung tersebut hanya mengepakkan sayap selama 1% dari keseluruhan waktu terbang mereka.

Kebanyakan kepakan sayap, lebih dari 75%, dilakukan ketika kondor andes melakukan gerakan lepas landas.

Bahkan, terdapat satu burung yang bisa terbang tanpa mengepakkan sayapnya selama lima jam atau dalam jarak 172 km.


 

Burung Ini Bisa Terbang

“Kondor adalah pilot yang hebat, tetapi kami hanya tidak menduga bahwa mereka akan memiliki kehebatan yang sedemikian rupa,” kata Profesor Emily Shepard, ahli Biologi dari Universitas Swansea yang terlibat di dalam penelitian ini.

Bagi burung kondor andes, pengepakkan sayap di udara akan memakan banyak energi karena berat yang mereka punyai.

Oleh karena itu, mereka lebih memilih meluncur dengan memanfaatkan angin, arus udara panas, serta aliran udara yang didorong ke atas karena bentuk daratan agar tetap bisa berada di udara.

Cuaca juga tampaknya tidak terlalu berpengarah terhadap apakah kondor andes harus mengepakkan sayapnya atau tidak.

Sergio Lambertucci, ahli biologi dari Universitas Nasional Comahue yang menjadi salah satu peneliti dalam studi ini, mengatakan bahwa keahlian kondor andes untuk terbang dan meluncur merupakan hal yang penting dalam kehidupannya sebagai pemakan bangkai.

Kondor andes perlu waktu berjam-jam untuk mengelilingi pengunungan tinggi untuk mencari makanannya, yang berupa bangkai.

Semua burung yang dilacak merupakan burung yang belum dewasa. “Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa burung yang belum berpengalaman sekalipun dapat menempuh jarak yang sangat jauh di atas darat tanpa mengepakkan sayap,” tulis para peneliti.

Alat pelacak yang ada di burung kondor andes diprogram untuk lepas dari tubuhnya selama beberapa saat.

Meskipun begitu, alat tersebut tidak diprogram untuk menentukan tempat penjatuhannya.

Terdapat alat yang jatuh ditempat yang sulit, seperti pada sebuah sarang di tebing besar di tengah Pegunungan Andes, yang mempersulit pengambilan alat tersebut bagi para peneliti.

Burung Ini Mampu Terbang 10 Bulan Nonstop, Makannya saat Melayang di Udara
Burung Ini Mampu Terbang 10 Bulan Nonstop, Makannya saat Melayang di Udara

Barangkali ini adalah satu-satunya burung di dunia yang mampu terbang nonstop 10 bulan.

Baca Selengkapnya
Mengapa 13 Dianggap Sebagian Orang Angka Sial? Begini Kisahnya
Mengapa 13 Dianggap Sebagian Orang Angka Sial? Begini Kisahnya

Sebenarnya, masih belum ada kejelasan yang pasti mengenai kapan angka 13 dianggap sebagai angka yang buruk.

Baca Selengkapnya
Banyak Orang Dibuat Terkejut setelah Tahu Seberapa Sering Menatap Layar HP
Banyak Orang Dibuat Terkejut setelah Tahu Seberapa Sering Menatap Layar HP

Riset ini membuat banyak orang tak sadar berapa lama mereka menatap layar HP.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Setelah Lebih dari 40 Tahun, AS Bakal Mendarat Lagi di Bulan Pekan Ini
Setelah Lebih dari 40 Tahun, AS Bakal Mendarat Lagi di Bulan Pekan Ini

Harapan Amerika Serikat (AS) untuk mendarat kembali di bulan dapat terwujud pada pekan ini.

Baca Selengkapnya
Saat sedang Menyusuri Gua, Dua Pemuda Ini Tak Sengaja Temukan Lubang Terdalam di Bumi
Saat sedang Menyusuri Gua, Dua Pemuda Ini Tak Sengaja Temukan Lubang Terdalam di Bumi

Dua orang pemuda ini benar-benar tak sengaja menemukan lubang terdalam.

Baca Selengkapnya
Abrakadabra, Kata Magis di Dunia Sulap yang Awalnya sebagai Penangkal Orang Kuno Terkena Demam
Abrakadabra, Kata Magis di Dunia Sulap yang Awalnya sebagai Penangkal Orang Kuno Terkena Demam

Muncul pertama kali kata itu bukan untuk sulap namun lebih ke pengobatan.

Baca Selengkapnya
Bisakah Manusia Selamat dari Lubang Hitam?
Bisakah Manusia Selamat dari Lubang Hitam?

Hal ini masih menjadi misterius bagi para ilmuwan untuk bisa memecahkannya.

Baca Selengkapnya
3 Hal Ini yang Dikhawatirkan AS soal Bahaya Tiktok, Salah Satunya Bisa Cuci Otak
3 Hal Ini yang Dikhawatirkan AS soal Bahaya Tiktok, Salah Satunya Bisa Cuci Otak

Berikut bahaya TikTok menurut pemerintah AS jika benar-benar tidak ditindaklanjuti.

Baca Selengkapnya
Cuma Ada Negara ini, Harimau Bertaring Emas
Cuma Ada Negara ini, Harimau Bertaring Emas

Harimau Benggala ini punya gigi bertaring emas. Begini kisahnya.

Baca Selengkapnya