Ular berkepala dua depan dan belakang ini berhasil ditangkap warga.
Ular merupakan hewan berbisa yang ditakuti oleh banyak makhluk, termasuk manusia, karena lilitan dan bisanya.
Bagaimana jadinya bila seekor ular memiliki dua kepala sekaligus?
Advertisement
Ular dengan keadaan tersebut tampaknya telah ditemukan di Indonesia.
Dalam sebuah video yang diunggah oleh akun @benrame26 di Instagram, terlihat dua orang pria yang memegang seekor ular dari sebuah rumah.
Masing-masing pria memegang setiap bagian ujung ular, yang terlihat memiliki dua kepala di kedua ujung badannya.
Alih-alih memiliki ekor, ular yang berukuran cukup besar tersebut malah terlihat memiliki kepala di tempat yang seharusnya menjadi ekor.
Seekor ular memang bisa memiliki dua kepala, meskipun itu merupakan hal yang langka.
Mengutip Kebun Binatang The Reptarium, Kamis (30/5), untuk setiap 100.000 kelahiran ular, hanya 1 (0,001%) yang akan memiliki dua kepala.
Advertisement
Ular yang memiliki dua kepala, suatu kondisi yang dapat disebut sebagai “bichepaly”, biasanya memiliki dua kepala yang bersebelahan di salah satu bagian ujung tubuhnya.
Oleh karena itu, peristiwa tampaknya ular yang memiliki kepala di dua ujung tubuh yang berbeda merupakan fenomena yang lebih langka lagi.
Karl Shuker, ahli zoologi dan kriptozoologi, dalam blognya, menulis bahwa keberadaan kondisi hewan dengan dua kepala di masing-masing ujung tubuhnya merupakan sesuatu hal yang sangat langka hingga saat ini.
Tinjauan modern terbaik mengenai hewan seperti itu, yang juga dikenal sebagai hewan dengan kondisi “amphicepaly” terdapat pada tulisan Profesor Bert Cunningham pada tahun 1933.
Ia membahas beberapa contoh reptil yang kemungkinan mengalami amphicephaly.
Meski begitu, sebagian besar reptil dari buku-buku sejarah abad pertengahan dan tulisan-tulisan kuno lainnya, yang cenderung bukan sumber yang paling dapat diandalkan atau akurat secara ilmiah.
Pada tahun 2012, seorang keluarga di Carolina Selatan, Amerika Serikat, menemukan ular berkepala dua di masing-masing ujungnya.
Ular tersebut diidentifikasi sebagai Virginia striatula, sebuah ular kecil yang tidak beracun.
Belum diketahui jenis atau spesies dari ular berkepala dua yang ditemukan di Indonesia tersebut. Lokasi penemuannya juga belum dapat dipastikan.
Advertisement
Ular bicephaly bisa berasal dari mutasi dalam proses reproduksi. Ia terjadi karena ada pembelahan embrio yang tidak sempurna.
Hal itu bisa terjadi karena telur yang dikeluarkan oleh ular di alam liar rentan terhadap faktor lingkungan seperti radiasi, suhu yang tidak tepat, atau paparan bahan kimia.
Selain unik, ular seperti ini biasanya memiliki umur yang lebih pendek daripada ular normal.