Austria Gempar, Mantan Siswa Tembak Mati 10 Orang dan Bunuh Diri di Kamar Mandi Sekolah
Austria diguncang peristiwa penembakan mematikan di sebuah sekolah.
Seorang mantan siswa melepaskan tembakan di sebuah sekolah menengah BORG Dreierschützengasse di kota Graz, Austria, pada Selasa (10/6). Serangan tersebut menewaskan 10 orang dan melukai banyak orang lainnya, sebelum akhirnya pelaku bunuh diri.
Pasukan khusus dikirim ke sekolah ini setelah menerima laporan pada pukul 10 pagi waktu setempat mengenai penembakan di gedung tersebut. Sekolah ini berjarak sekitar satu kilometer dari pusat bersejarah Graz. Lebih dari 300 petugas polisi dikirim ke sekolah serta melakukan evakuasi. Rekaman dari lokasi kejadian menunjukkan ketika para siswa keluar dengan cepat melewati petugas bersenjata.
Menurut keterangan polisi, pria itu bertindak sendiri. Ia adalah seorang pria Austria berusia 21 tahun yang tinggal di dekat Graz, namun namanya tidak disebutkan.
Belum selesai studinya
Dilansir Associated Press, Rabu (11/6), Kepala polisi daerah, Gerald Ortner, mengatakan dua senjata api digunakan dan ditemukan dalam lokasi penembakan tersebut, yakni senapan laras panjang dan pistol. Menurutnya, pelaku penembakan tampaknya memiliki senjata itu secara sah. Setelah melakukan aksinya, pria itu bunuh diri di kamar mandi.
Menteri Dalam Negeri Gerhand Karner, mengatakan pria bersenjata itu adalah seorang siswa di sekolah tersebut dan belum menyelesaikan studinya. Karner tidak menyebutkan kapan pria itu meninggalkan sekolah atau pada usia berapa.
Seperti dilaporkan oleh Austria Press Agency, Karner mengatakan pada Selasa sore bahwa enam dari korban tewas adalah perempuan dan tiga laki-laki. Dia menambahkan bahwa terdapat 12 orang yang terluka. Rumah sakit pemerintah di Graz kemudian mengatakan bahwa korban ke-10 adalah seorang perempuan dewasa yang meninggal karena luka-lukanya.
Hari gelap dalam sejarah
Palang Merah Austria mengatakan telah mengerahkan 65 ambulans ke tempat kejadian dan 158 staf darurat membantu merawat yang terluka. Selain itu, 40 psikolog yang terlatih khusus memberikan konseling kepada siswa dan orang tua. Palang Merah juga meminta penduduk setempat untuk datang dan menyumbangkan darah.
Kanselir Austria Christian Stocker, menanggapi peristiwa berdarah ini.
“Hari ini adalah hari gelap dalam sejarah negara kita,” kata dia kepada wartawan di Graz.
Dia menuturkan, dalam tiga hari ke depan akan ada hari berkabung nasional, dengan bendera Austria diturunkan setengah tiang di gedung-gedung resmi. Hening cipta nasional juga akan diadakan pada hari ini untuk mengenang para korban.
Tragedi Paling Mematikan Dalam Sejarah Austria
Peristiwa kemarin tampaknya merupakan serangan paling mematikan dalam sejarah Austria pasca-Perang Dunia II. Pada 2020, empat orang tewas di Wina. Seorang simpatisan kelompok ISIS juga tewas dalam penembakan itu. Lebih dari 20 orang lainnya terluka, termasuk seorang polisi.
Pada Juni 2015, seorang pria menewaskan tiga orang dan melukai lebih dari 30 orang ketika menerobos kerumunan di pusat kota Graz dengan sebuah SUV – mobil berbodi besar, tinggi dan biasa digunakan di medan berat maupun jalan raya.
Austria memiliki tradisi berburu yang kuat dan memiliki beberapa undang undang senjata yang lebih liberal di Uni Eropa. Beberapa senjata seperti senapan dan senapan laras ganda, dapat dibeli di Austria sejak usia 18 tahun tanpa izin. Pedagang senjata hanya perlu memeriksa apakah tidak ada larangan senjata bagi pembeli dan senjata itu dalam daftar resmi.
Reporter Magang: Devina Faliza Rey