Tampang Pelaku yang Berupaya Tembak Presiden Trump
Pria berusia 31 tahun tersebut diketahui berasal dari Torrance, California, yang berada di kawasan barat daya Los Angeles.
Pelaku penembakan dalam insiden di acara jamuan makan malam koresponden Gedung Putih telah diidentifikasi sebagai Cole Tomas Allen, menurut laporan media Amerika Serikat.
Pria berusia 31 tahun tersebut diketahui berasal dari Torrance, California, yang berada di kawasan barat daya Los Angeles.
Menurut laporan CBS News, dikutip dari BBC, di Amerika Serikat, Allen bekerja sebagai pengajar privat di Torrance setelah lulus dari California Institute of Technology, salah satu perguruan tinggi bergengsi di AS.
Pihak kepolisian menyebut Allen merupakan tamu di Washington Hilton, lokasi berlangsungnya acara, dan membawa sejumlah senjata, termasuk senapan, pistol, serta beberapa pisau.
Saat ini, Allen tengah menjalani perawatan di rumah sakit usai insiden tersebut. Ia dijadwalkan akan menghadapi dakwaan resmi di pengadilan pada Senin mendatang.
Mengutip BBC, Minggu (26/4/2026), terduga pelaku penembakan mengatakan kepada pihak polisi bahwa ia memang menargetkan para pejabat yang terkait dengan Presiden AS Donald Trump.
Mengutip dua sumber anonim, CBS juga mengatakan bahwa setidaknya lima hingga delapan tembakan dilepaskan selama insiden tersebut.
Motif Penembakan Masih Misterius
Aparat kepolisian di Washington DC masih berupaya mengungkap motif di balik aksi penembakan yang terjadi dalam acara jamuan makan malam koresponden Gedung Putih. Hingga saat ini, belum ada indikasi jelas mengenai alasan pelaku melakukan tindakan tersebut.
Kepala Sementara Kepolisian Metropolitan Washington, Jeffery Carroll, menyatakan bahwa proses investigasi masih berlangsung dan mencakup penelusuran latar belakang serta kemungkinan faktor pemicu aksi pelaku.
Ia menegaskan bahwa insiden tersebut tidak mencerminkan kegagalan sistem pengamanan. Menurutnya, mekanisme keamanan yang diterapkan di lokasi justru berfungsi sebagaimana mestinya.
“Keberadaan titik pemeriksaan keamanan terbukti efektif karena pelaku berhasil dihentikan dan diamankan di area tersebut,” ujar Carroll, dikutip dari BBC, Minggu (26/4/2026).
Selain itu, Carroll mengungkapkan bahwa pelaku tidak tercatat dalam database kepolisian sebelumnya, sehingga tidak masuk dalam daftar pengawasan aparat.
Penyelidikan kini difokuskan pada pengumpulan bukti tambahan guna memastikan kronologi lengkap serta motif di balik insiden yang sempat mengganggu acara tahunan tersebut.