Pasukan khusus polisi di lokasi Kampus Risbergska di Orebro, Swedia, (04/02/2025). (Foto: AFP)
ADVERTISEMENT
Sekitar 10 orang, termasuk pelaku, tewas pada Selasa (4/02/2025) dalam tragedi penembakan massal di Kampus Risbergska di pinggiran Kota Orebro, Swedia, sekitar 200 kilometer sebelah barat Stockholm. Kampus ini dikhusukan bagi mereka yang tidak menyelesaikan pendidikan dasar atau menengah. Penembakan massal terjadi setelah siswa pulang pasca ujian nasional, yaitu sekitar pukul 12.30 waktu setempat. Seorang guru bernama Lena Warenmark mengatakan kepada SVT News bahwa jumlah siswa yang berada di kampus pada Selasa siang tinggat sedikit setelah ujian. Dia mengaku mendengar sekitar 10 tembakan.
Pihak kepolisian telah melokalisir kampus dan mengamankan siswa-siswa di dalam ruangan-ruangan di sekolah yang menjadi target penembakan .
Polisi berjaga di Kampus Risbergska di Orebro, Swedia, (04/02/2025) Foto: AFPPasukan khusus polisi di lokasi Kampus Risbergska di Orebro, Swedia, (04/02/2025). Foto: AFPTim forensik kepolisian bekerja di lokasi Kampus Risbergska di Orebro, Swedia, (04/02/2025). Foto: AFPMenteri Pendidikan Swedia Johan Pehrson menyalakan lilin ungkapan duka di Orebro, Swedia, (04/2/2025). Foto: AFPPasukan khusus polisi di lokasi Kampus Risbergska di Orebro, Swedia, (04/02/2025). Foto: AFPPolisi wanita dengan seekor anjing menyisir area dekat Kampus Risbergska di Orebro, Swedia, (04/02/2025). Foto: AFPSeorang polisi membawa seekor anjing di Kampus Risbergska di Orebro, Swedia, (04/02/2025). Foto: AFPHelikopter polisi menyisir area dekat Kampus Risbergska di Orebro, Swedia, (04/02/2025). Foto: AFP
Jumlah korban ledakan di SMAN 72 Jakarta Utara terus bertambah, mencapai 96 orang, dengan 29 di antaranya masih dirawat di rumah sakit; simak detail penanganan medis dan penyelidikan awal insiden yang menggemparkan ini.
Dalam peristiwa yang terjadi pada Jumat (7/11) kemarin telah membuat 54 orang mengalami luka-luka. ia lebih dulu mendengar adanya suara ledakan dua kali.
Universitas Pasundan (Unpas) menegaskan mahasiswanya telah membubarkan diri sebelum insiden penembakan gas air mata Unpas di Tamansari, menyisakan pertanyaan besar tentang siapa dalang kericuhan sebenarnya.