Penembakan di Sekolah Turki, 16 Orang Terluka dan Pelaku Ditemukan Tewas
Kasus penembakan di sekolah merupakan kejadian yang jarang terjadi di Turki.
Penembakan terjadi di sebuah sekolah kejuruan Kota Siverek, Provinsi Sanliurfa, tenggara Turki, Selasa (14/4). Akibat peristiwa itu sebanyak 16 orang terluka.
Pelaku merupakan mantan siswa berusia 18 tahun mengakhiri hidupnya usai beraksi. Pelaku, yang bersenjatakan senapan, melepaskan tembakan secara acak di area sekolah sebelum akhirnya bersembunyi di dalam gedung. Gubernur Sanliurfa, Hasan Sildak, mengonfirmasi bahwa pelaku meninggal setelah menembak dirinya sendiri dengan senapan yang sama.
“Individu tersebut berhasil dikepung di dalam gedung melalui intervensi polisi dan meninggal setelah menembak dirinya sendiri,” ungkap Sildak kepada wartawan, seperti yang dilaporkan oleh Associated Press.
Akibat dari insiden ini, 10 siswa, empat guru, satu karyawan kantin, dan seorang petugas polisi mengalami luka-luka. Sebagian besar korban dirawat di rumah sakit di Siverek, sementara lima orang yang terdiri dari guru dan siswa dipindahkan ke rumah sakit di ibu kota provinsi karena kondisi kesehatan mereka yang lebih serius. Hingga kini, motif di balik penyerangan tersebut masih belum terungkap.
Media sebelumnya melaporkan bahwa semua siswa telah berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian. Satuan operasi khusus kepolisian juga dikerahkan setelah pelaku menolak untuk menyerah.
ekaman video yang beredar menunjukkan puluhan siswa berlari keluar dari gedung sekolah menuju gerbang dan ke jalan untuk menyelamatkan diri. Pihak berwenang menyatakan bahwa penyelidikan mendalam akan dilakukan untuk mengungkap latar belakang serta rincian dari kejadian tragis ini.