AS Diam-Diam Siapkan Skenario Pengerahan Pasukan Darat ke Iran
Ini bukanlah sebuah keputusan final. Namun masih sebatas rencana bila diperlukan.
Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan mulai menyusun rencana detail terkait kemungkinan pengerahan pasukan darat ke Iran. Ini terkait memanasnya konflik di sana.
Menariknya, laporan ini muncul sehari setelah Trump menyatakan kepada wartawan bahwa dirinya tidak berencana mengirim pasukan ke mana pun.
Namun, ia juga menambahkan bahwa jika keputusan tersebut diambil, ia tidak akan mengumumkannya secara terbuka.
Menurut laporan CBS News dikutip dari Middle East Monitor, Minggu (22/3/2026), sejumlah komandan militer senior AS telah mengajukan berbagai skenario operasional sebagai langkah antisipasi jika pengerahan pasukan darat benar-benar dilakukan.
Persiapan ini dilakukan seiring koordinasi antara Amerika Serikat dan Israel dalam penggunaan kekuatan militer secara bersama.
Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menegaskan bahwa langkah tersebut masih sebatas kesiapan teknis, bukan keputusan politik.
“Sudah menjadi tugas Pentagon untuk menyiapkan berbagai opsi bagi Presiden sebagai panglima tertinggi. Itu tidak berarti Presiden telah memutuskan. Seperti yang disampaikan sebelumnya, saat ini tidak ada rencana mengirim pasukan darat,” ujarnya.
Selain menyiapkan opsi pengerahan pasukan, pejabat militer juga mulai membahas skenario lain, termasuk penanganan tawanan perang. Ini jika nantinya terjadi penangkapan terhadap tentara Iran atau kelompok mereka, serta lokasi penahanannya.
Iran Membabi Buta
Di sisi lain, situasi di kawasan terus memburuk. Iran dilaporkan melancarkan serangan terhadap infrastruktur energi di kawasan Teluk, termasuk serangan drone yang menghantam kilang minyak di Kuwait.
Selain itu, rudal juga diluncurkan ke sejumlah target di Israel, Saudi Arabia, dan UEA.
Sementara itu, laporan Newsmax menyebutkan sekitar 4.000 personel militer Amerika Serikat telah disiagakan, termasuk 2.500 marinir.
Mereka ditempatkan di tiga kapal amfibi yang dilengkapi jet tempur F-35, sistem rudal, serta kendaraan tempur yang dapat digunakan untuk operasi pendaratan dari laut.
Data terbaru militer Amerika Serikat menunjukkan bahwa sejauh ini 13 personel telah tewas dan sekitar 200 lainnya mengalami luka-luka dalam konflik tersebut, meski pasukan darat belum diterjunkan langsung ke wilayah Iran.