AS Siap Serang Iran Akhir Pekan Ini, Trump Masih Belum Putuskan
Militer AS terus menambah armada tempur di sekitar Timur Tengah untuk bersiap melancarkan serangan ke Iran.
Militer Amerika Serikat bersiap untuk melancarkan serangan terhadap Iran paling cepat akhir pekan ini, meskipun Presiden Donald Trump belum membuat keputusan final apakah akan mengesahkan tindakan tersebut, menurut sumber yang mengetahui persoalan ini kepada CNN.
CNN melaporkan, Rabu (18/2), Gedung Putih telah diberi pengarahan bahwa militer bisa siap melakukan serangan pada akhir pekan, setelah adanya peningkatan signifikan dalam beberapa hari terakhir terhadap aset udara dan laut di Timur Tengah, kata sumber-sumber tersebut.
Namun, satu sumber memperingatkan bahwa Trump secara pribadi mempertimbangkan argumen yang mendukung maupun menentang aksi militer dan telah meminta masukan dari para penasihat serta sekutu mengenai langkah terbaik yang harus diambil.
Perundingan 3,5 Jam
Pejabat tinggi keamanan nasional pemerintahan bertemu pada Rabu di Situation Room Gedung Putih untuk membahas situasi di Iran, kata seseorang yang mengetahui pertemuan tersebut. Trump juga mendapat pengarahan pada Rabu dari utusan khusus Steve Witkoff dan menantunya, Jared Kushner, mengenai pembicaraan tidak langsung mereka dengan Iran yang berlangsung sehari sebelumnya. Belum jelas apakah Trump akan mengambil keputusan pada akhir pekan ini.
“Ia menghabiskan banyak waktu untuk memikirkan hal ini,” kata salah satu sumber.
Perunding Iran dan AS saling bertukar catatan selama tiga setengah jam pada Selasa dalam pembicaraan tidak langsung di Geneva, namun mereka berpisah tanpa resolusi yang jelas. Negosiator utama Iran mengatakan kedua pihak telah menyepakati “serangkaian prinsip panduan”, meskipun seorang pejabat Amerika menyatakan “masih banyak rincian yang perlu dibahas.”
Meningkatnya Kekhawatiran
Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan pada Rabu bahwa Iran diharapkan memberikan rincian lebih lanjut mengenai posisi negosiasinya “dalam beberapa minggu ke depan,” tetapi ia tidak menjelaskan apakah Trump akan menunda aksi militer dalam jangka waktu tersebut. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dijadwalkan melakukan perjalanan ke Israel pada 28 Februari untuk bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan memberikan pembaruan mengenai pembicaraan dengan Iran, kata seorang pejabat Departemen Luar Negeri kepada CNN pada Rabu.
“Saya tidak akan menetapkan tenggat waktu atas nama Presiden Amerika Serikat,” ujar Leavitt.
Ia menambahkan bahwa meskipun “diplomasi selalu menjadi opsi pertamanya,” tindakan militer tetap menjadi pilihan.
“Ada banyak alasan dan argumen yang bisa dibuat untuk melakukan serangan terhadap Iran,” katanya, seraya menambahkan bahwa Trump mengandalkan nasihat dari tim keamanan nasionalnya “sebagai yang utama.”
Pernyataan yang tidak gamblang ini memicu meningkatnya kekhawatiran akan konflik militer antara kedua negara — bahkan ketika para pejabat secara terbuka masih menyatakan harapan terhadap jalur diplomasi.
Kapal induk USS Gerald R. Ford — kelompok kapal induk paling canggih dalam arsenal AS — dapat tiba di kawasan tersebut paling cepat akhir pekan ini, menyusul pengerahan militer besar-besaran lainnya. Aset Angkatan Udara AS yang berbasis di Inggris, termasuk pesawat pengisian bahan bakar dan jet tempur, juga dipindahkan lebih dekat ke Timur Tengah, menurut sumber yang mengetahui pergerakan tersebut.