Keputusan Mengejutkan! Presdir PSBS Eveline Anita Injaya Mundur usai Akhir Musim, ini Alasannya
Eveline Sanita Injaya, Presiden Direktur PSBS Biak, mengumumkan rencananya untuk mengundurkan diri setelah berakhirnya BRI Liga 1 2024/2025.
Presiden Direktur PSBS Biak, Eveline Sanita Injaya, mengungkapkan rencananya untuk mengundurkan diri setelah kompetisi BRI Liga 1 2024/2025 berakhir. Pertanyaan pun muncul mengenai alasan di balik keputusan tersebut. Eveline baru menjabat sebagai Presiden Direktur PSBS pada musim ini dan berhasil membawa klub yang baru dipromosikan serta juara Liga 2 musim lalu untuk bersaing di BRI Liga 1. Hingga pekan ke-32, PSBS berada di peringkat ketujuh klasemen dengan total 47 poin dari 32 pertandingan, yang terdiri dari 13 kemenangan, delapan hasil imbang, dan sebelas kekalahan.
“Untuk saya, ini menjadi suatu pencapaian yang luar biasa. Kami sempat terseok-seok di awal putaran kedua. Tapi ternyata kami bisa bangkit dan sekarang duduk di posisi keenam. Ini apresiasi yang sangat besar untuk manajemen tim, ofisial, dan pemain,” ujar Eveline.
Pencapaian ini tentu menunjukkan kerja keras dan dedikasi seluruh tim dalam menghadapi berbagai tantangan di liga. Dengan pencapaian tersebut, Eveline berharap klub dapat terus berkembang dan meraih prestasi yang lebih baik di masa mendatang.
Dinamika
Namun, situasi yang berkembang dalam manajemen PSBS memaksa Eveline untuk membuat keputusan yang sulit. Ia merasa tidak lagi nyaman dalam memimpin tim yang dikenal dengan julukan Napi Bongkar.
"Belakangan ini, terjadi sedikit kegaduhan di internal manajemen. Mungkin lebih ketidakcocokan dalam manajemen saja. Saya merasa di dalam PSBS seperti ada dua manajemen. Jadi bentrok terus," ungkap Eveline.
Menurutnya, ia tidak memiliki keleluasaan dalam mengambil keputusan. "Saya tidak leluasa mengambil keputusan. Banyak intervensi juga. Mungkin masalah terbesarnya ya ada di dana. Saya sebagai Presiden Direktur PSBS tidak bisa menjalankan kewajiban saya sepenuhnya," jelasnya.
Kondisi ini membuatnya merasa tidak nyaman dalam bekerja. "Ini tidak membuat saya nyaman untuk bekerja. Saya sebagai satu di antara petinggi di klub ini tidak bisa mengambil keputusan sesuai yang saya inginkan," tutup Eveline.
Penghentian Aliran Dana
Eveline mengungkapkan bahwa pemilik saham mayoritas PSBS, yang identitasnya tidak diungkapkan, sempat menghentikan aliran dana selama beberapa bulan. Akibatnya, Napi Bongkar mengalami kesulitan finansial. "Dalam tiga bulan terakhir, pemegang saham menarik diri untuk menyetop dukungan kepada kami karena kegaduhan itu," ujar Eveline.
Selama periode tersebut, muncul masalah terkait keterlambatan gaji dan utang kepada beberapa vendor. "Ini yang membuat saya tidak nyaman menjalani profesi sebagai Presiden Direktur PSBS," tambahnya. Eveline juga menyebutkan bahwa banyak pemain yang mengeluhkan keterlambatan gaji, bonus, dan berbagai masalah lainnya. "Setelah pemegang saham kembali memberikan dukungan, kami akhirnya bisa menyelesaikan dua laga terakhir di musim ini," kata Eveline.
Rapat Umum Pemegang Saham Dibatalkan
Keputusan Eveline untuk meninggalkan PSBS semakin menguat setelah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Napi Bongkar yang direncanakan berlangsung di Biak, Papua, pada Rabu (14/5/2025) dibatalkan secara tiba-tiba oleh salah satu pemegang saham minoritas.
"Awalnya, kami dari manajemen telah sepakat untuk mengadakan RUPS pada 14 Mei 2025 di Biak. Tanggal tersebut telah ditetapkan oleh salah satu pemegang saham minoritas. Namun, dua hari sebelum acara, orang tersebut memutuskan untuk membatalkan RUPS. Situasi ini membuat saya merasa semakin tidak nyaman untuk berada di sini," ungkap Eveline.
Menurut Eveline, PSBS merupakan tim yang sangat berarti. "Kami seperti sebuah keluarga bersama para pemain dan pelatih. Kami memikirkan bagaimana masa depan tim ini setelah berhasil bertahan di Liga 1," jelasnya.
"Saya merasa sangat bangga dengan para pemain meskipun ada berbagai masalah yang terjadi. Sebagai bentuk tanggung jawab, saya akan tetap bersama tim sampai akhir musim. Mari kita berjuang bersama," tambah Eveline dengan semangat.