Kata Pep Guardiola Merespons Sindiran Jose Mourinho, Sebut Cuma Lelucon
Pep Guardiola, manajer Manchester City, memberikan tanggapan terhadap kritik tajam dari Mourinho mengenai jumlah gelar juara Premier League yang dimilikinya.
Manajer Manchester City, Pep Guardiola, memberikan tanggapan terhadap komentar tajam dari Jose Mourinho mengenai jumlah gelar juara Premier League yang telah diraihnya. Guardiola berpendapat bahwa Mourinho sebenarnya berharap agar Man City terdegradasi ke liga yang lebih rendah.
Jose Mourinho, yang telah meraih tiga gelar juara Premier League saat melatih Chelsea, membalas pernyataan Pep Guardiola yang menunjukkan enam jari kepada para pendukung Liverpool setelah kekalahan 0-2 saat Man City menghadapi The Reds. Tindakan tersebut dimaksudkan sebagai pengingat akan gelar juara yang pernah ia capai di Inggris.
Mourinho, yang dikenal dengan pendekatan kepelatihan yang kontroversial, pernah mengangkat tiga jarinya kepada para pendukung lawan saat masih menjabat sebagai pelatih MU, sebelum dipecat pada Desember 2018 setelah kalah dari Liverpool. Dalam komentarnya, Jose Mourinho menegaskan bahwa ia meraih tiga gelar juara Premier League dengan cara yang bersih dan adil, sambil merujuk pada sejumlah masalah yang tengah melanda Man City, termasuk penyelidikan terkait pelanggaran finansial.
Saat ini, Mourinho melatih Fenerbahce dan menanggapi pernyataan Pep Guardiola dengan menekankan bahwa ia meraih tiga gelar juara Premier League dengan cara yang bersih dan adil.
"Guardiola mengatakan sesuatu tentang saya. Dia memenangkan enam trofi, saya tiga, tetapi saya menang dengan cara yang adil dan bersih," kata Mourinho dalam wawancaranya dengan media Turki, Hurriyet, menjelang pertandingan Fenerbahce melawan Besiktas.
"Jika saya kalah, saya akan mengucapkan selamat kepada lawan karena mereka lebih baik dari saya. Tentu saya tidak ingin menang dengan melibatkan 150 kasus pengadilan," imbuhnya merujuk pada 115 dakwaan yang dihadapi Man City atas dugaan pelanggaran aturan keuangan Premier League antara 2009 hingga 2018 yang selalu dibantah oleh klub.
Hanya Sebuah Lelucon
Menanggapi komentar yang muncul, Pep Guardiola segera memberikan klarifikasi bahwa pernyataannya sebelumnya hanyalah sebuah candaan. "Itu hanya lelucon, sebuah lelucon," tegas pelatih yang berasal dari Spanyol tersebut.
Guardiola juga menambahkan bahwa Mourinho adalah salah satu dari banyak orang yang ingin melihat Manchester City mengalami kemunduran dan terdegradasi ke liga yang lebih rendah. Meskipun banyak kritik yang dilontarkan terhadap timnya, baik dari Mourinho maupun pihak lainnya, Guardiola tetap berpegang pada prinsip bahwa setiap individu yang terlibat dalam masalah hukum harus dianggap tidak bersalah sampai ada bukti yang menunjukkan sebaliknya.
"Saya akan mengatakan kepada Jose hal yang sama, kami tidak bersalah sampai terbukti bersalah, dan setelah itu, kami akan lihat apa yang terjadi. Begitulah adanya. Itu hanya lelucon," ungkap Guardiola.
Guardiola: Kami Bisa Selevel dengan Legenda
Pep Guardiola menyatakan bahwa meskipun timnya sering mendapatkan kritik, baik dari Mourinho maupun pihak lain, baik Manchester City maupun Chelsea di bawah kepemimpinan Mourinho patut berbangga karena telah meraih banyak gelar juara yang prestisius.
"Dengan tim kami, dia bersama Chelsea, saya bersama Man City, kami bisa duduk di meja yang sama dengan Sir Alex Ferguson dan Arsene Wenger, karena banyaknya gelar juara yang kami menangkan," kata Guardiola.
Pelatih yang berusia 53 tahun ini juga menekankan keyakinannya bahwa suatu saat Mourinho akan memberikan ucapan selamat kepada timnya. "Saya yakin cepat atau lambat, dia akan memberikan ucapan selamat kepada kami," tambah Guardiola.
Ini Pernyataan Guardiola yang Memicu Berbagai Tanggapan
Pep Guardiola juga menyampaikan permohonan maafnya jika pernyataannya dianggap menyinggung Jose Mourinho. "Apabila saya telah membuatnya merasa tersinggung, saya sangat minta maaf. Namun, itu hanya sebuah candaan. Yang jelas adalah dia memiliki tiga, sementara saya memiliki enam. Itu adalah fakta, tetapi niat saya baik," ungkap Pep Guardiola.
Di akhir komentarnya, Pep Guardiola mengingatkan bahwa dalam konteks demokrasi, setiap individu harus diperlakukan sebagai tidak bersalah hingga terbukti sebaliknya. "Seperti yang saya katakan sebelumnya, kita harus menunggu hingga ada keputusan. Setiap orang, terutama dalam masyarakat demokrasi, adalah tidak bersalah sampai ada bukti yang menunjukkan kesalahan mereka, bukan?" tegasnya.
Tantangan dan Kontroversi Selalu Mewarnai Premier League
Ketegangan yang terjadi antara Pep Guardiola dan Jose Mourinho menambah dimensi baru dalam persaingan antara kedua pelatih hebat tersebut. Meskipun mereka telah lama dikenal karena perbedaan pandangan dan pendekatan dalam kepelatihan, Guardiola dan Mourinho tetap menunjukkan kemampuan mereka sebagai pelatih yang sukses meraih banyak trofi di Premier League. Namun, isu finansial yang melanda Manchester City kini menjadi perhatian utama dan akan terus menguji reputasi klub tersebut di masa mendatang.
Sumber: Sky Sports