Guardiola Bela Arsenal: Menjadi Juara Premier League melalui Bola Mati? Itu Wajar Saja

Manajer Manchester City, Pep Guardiola, membela Arsenal. Soal apa?

Yus Mei Sawitri
Oleh Yus Mei Sawitri - Reporter
Guardiola Bela Arsenal: Menjadi Juara Premier League melalui Bola Mati? Itu Wajar Saja
Pelatih Manchester City, Pep Guardiola. (AP Photo/Shaun Botterill, Pool) ((AP Photo/Shaun Botterill, Pool))

Manajer Manchester City, Pep Guardiola, memberikan tanggapan mengenai kritik yang menyatakan bahwa Arsenal tidak layak menjadi juara Liga Inggris karena terlalu bergantung pada gol dari situasi bola mati. Guardiola menilai pandangan tersebut tidak benar.

Ia menegaskan bahwa tidak ada yang salah dengan menggunakan strategi yang efektif asalkan dapat membawa kemenangan. Di sisi lain, ia juga merasa senang karena timnya, Manchester City, mampu mencetak gol dengan berbagai cara.

Arsenal dikenal sebagai tim yang ahli dalam memanfaatkan situasi bola mati di liga musim ini. Di bawah asuhan Mikel Arteta, mereka telah mencetak 24 gol dari tendangan bebas, sepak pojok, dan lemparan ke dalam, yang merupakan jumlah terbanyak di Premier League.

Salah satu pengkritik pendekatan ini adalah mantan gelandang Manchester United dan Timnas Inggris, Paul Scholes, yang bahkan berpendapat bahwa Arsenal akan menjadi tim terburuk yang pernah menjuarai Premier League jika mereka berhasil meraih trofi.

Guardiola tidak sependapat dengan Scholes. Ia berpendapat bahwa Arsenal berhak untuk menggunakan taktik apa pun yang mereka anggap dapat membantu meraih gelar.

"Saya cukup yakin manajernya bahagia dan para pemainnya juga sangat bahagia," ungkap Guardiola, seperti yang dikutip dari ESPN pada Rabu (4/3/2026).

"Dan saya yakin jika Anda bertanya kepada semua fans Arsenal, mereka akan menjawab, 'jangan ubah satu detik pun dari situasi bola mati kami'. Mereka memiliki keyakinan bahwa setiap kali ada situasi bola mati, mereka akan mencetak gol. Saya yakin semua tim ingin menciptakan suasana seperti itu."

Guardiola juga menambahkan, "Soal menghibur atau tidak? Mungkin. Tapi saya tidak setuju dengan orang-orang yang mengatakan liga musim ini tidak bagus atau juaranya nanti tidak akan berkualitas. Saya tidak setuju," tutup Guardiola.

Pep Guardiola Beri Kode Keras soal Masa Depannya di Manchester City
Momen menarik terjadi pada jeda babak pertama duel Burnley versus Manchester City. Ketika wasit meniup peluit tanda 45 menit pertama berakhir, Pep Guardiola tertangkap kemara berlari ke arah Momen menarik terjadi pada jeda babak pertama duel Burnley versus Manchester City. Ketika wasit meniup peluit tanda 45 menit pertama berakhir, Pep Guardiola tertangkap kemara berlari ke arah

Saat ini, Arsenal dan Manchester City berada di puncak klasemen dengan selisih lima poin. Meskipun demikian, kedua tim memiliki strategi yang berbeda dalam mencetak gol. Manchester City hanya mencatatkan sembilan gol dari situasi bola mati musim ini, yang merupakan angka terendah kedua setelah Nottingham Forest dan Wolves. Sebaliknya, 84,2 persen gol yang dicetak oleh City berasal dari permainan terbuka, sedangkan Arsenal hanya mencatatkan 58,6 persen dari open play.

Pelatih City, Guardiola, mengakui bahwa bola mati menjadi semakin penting dalam sepak bola modern. Ia bahkan menyatakan bahwa perhatian yang diberikan terhadap aspek ini kini jauh lebih besar dibandingkan saat ia memulai kariernya di Barcelona.

"Tentu saja Anda harus memperhatikan bola mati. Sekarang setiap sepak pojok bisa menciptakan kekacauan di tiang dekat, tiang jauh, bola kedua, dan situasi lainnya," ungkapnya.

Namun, ketika ditanya mengenai produktivitas City dari situasi bola mati yang minim, Guardiola hanya menjawab dengan singkat, "Bagus."

Kata-kata Perpisahan Emosional Pep Guardiola untuk Manchester City, Sambil Berkaca-kaca: Saya Tahu Ini Waktunya Pergi
Kekecewaan tersebut bertambah menyusul isu Pep Guardiola yang akan meninggalkan Manchester City pada akhir musim ini. (AFP/Glyn Kirk) (AFP/Glyn Kirk)

Bagi pelatih asal Spanyol, mencetak gol bukanlah hal yang paling utama.

"Saya ingin mencetak gol. Saya tidak pernah menyiapkan rencana agar terlihat indah. Ini bisnis. Anda harus mencetak gol, dan bagaimana caranya tidak penting," tegasnya.

Pernyataan Guardiola ini juga berfungsi sebagai pembelaan terhadap Arsenal. Dalam situasi persaingan gelar yang semakin memanas, perdebatan tentang gaya permainan tak dapat dihindari. Namun, satu hal yang pasti: di Premier League, yang dihitung adalah angka di papan skor, bukan metode untuk mencapainya.

Guardiola menekankan bahwa fokus utama adalah hasil akhir, bukan bagaimana cara mencapainya.

Ia menyadari bahwa dalam dunia sepak bola, performa dan hasil sering kali menjadi sorotan utama. "

Saya ingin mencetak gol," ujarnya, menunjukkan bahwa ambisi untuk meraih kemenangan adalah hal yang paling penting. Di tengah persaingan yang ketat, hal ini menjadi pengingat bahwa pada akhirnya, hasil di lapanganlah yang menentukan segalanya.

Sumber: ESPN

Rekomendasi