Ternyata Sosok Ini yang Bikin Rieke Diah Pitaloka Masuk PDIP dan Jadi Anak Buah Megawati
Rieke menjadikan nasihat sosok ini sebagai pedoman dalam usahanya untuk bertemu dengan Megawati, Ketua Umum PDIP.
Artis senior Rieke Diah Pitaloka menjelaskan alasan di balik keputusannya untuk bergabung dengan PDIP, yang ia anggap sebagai tempat berlabuh. Dia mengungkapkan ada peran penting dari Presiden Ke-4 RI, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, yang mendorongnya untuk mengikuti Megawati Soekarnoputri.
Rieke menceritakan sebelumnya merupakan seorang aktivis yang memilih untuk menjadi kader PKB. Tak hanya itu, dia sering berkumpul dengan Gus Dur setiap Jumat di PBNU bersama Nusron Wahid dan Abdullah Azwar Anas.
"Perjalanannya itu aneh banget. Kadang juga diajak pergi doa ke mana, ke gunung mana sama Gus Dur. Dan suatu ketika Gus Dur sakit, aku terpukul banget. Sempat nemenin kalau cuci darah di RSCM. Kita ngobrol, kadang ada Pak Mahfud MD," kata Rieke saat berbincang dengan di Kantor KLY, Gondangdia, Jakarta Pusat, pada Jumat (31/1).
Dia mengungkapkan saat sakit, Gus Dur pernah menyampaikan cita-citanya untuk menyatukan negara-negara tidak hanya di Asia Afrika, tetapi juga di Asia Pasifik.
"One day dia bilang, 'Saya (Gus Dur) sakit, kalau saya sembuh kita nanti partainya kita bangun lebih baik. Tapi kayaknya saya nggak sembuh. Kamu nak jangan berhenti dari politik'," cerita Rieke.
Kala itu, Rieke mengaku belum ingin terjun ke dunia politik. Namun dia memberanikan diri bertanya pada Gus Dur soal partai politik yang sebaiknya diikuti.
"Waktu itu aku nggak kepikiran untuk serius di politik. 'Terus saya harus ke mana Gus? Kamu cari Ibu Mega. Kamu ikut Ibu Mega'," jelasnya.
Nasihat Gus Dur tersebut menjadi pegangan bagi Rieke dalam mencari jalan untuk bertemu Megawati, yang saat itu menjabat sebagai Ketua Umum PDIP. Akhirnya, kesempatan itu datang berkat bantuan Taufik Kemas.
"Nah berjalannya waktu aku masuk PDI Perjuangan. Ternyata Ibu Mega itu adalah orang baik, presiden pertama yang berhasil memperjuangkan lahirnya Undang-Undang tentang sistem jaminan sosial nasional. Beliau menandatangani di hari terakhirnya sebagai presiden," ungkapnya.
Rieke juga mengingat pernyataan Megawati, "Dia mengatakan bahwa, waktu itu kan sudah nggak kepilih lagi jadi presiden. Tapi beliau mengatakan, saya jadi atau tidak jadi lagi presiden, rakyat harus dilindungi. Dari lahir sampai lahat dengan lima jaminan sosial, jaminan kesehatan, kecelakaan kerja, pensiun, hari tua, dan kematian. Itulah cikal bakar kemudian Undang-Undang berikutnya adalah Undang-undang BPJS," sambungnya.
Sosok Inspirasi Bagi Rieke Diah Pitaloka
Rieke mengaku sangat terinspirasi Megawati Soekarnoputri, seorang politisi perempuan yang dikenal tangguh menghadapi berbagai tantangan. Selama menjadi anak buah Megawati, Rieke mengaku ditempa sebagai politisi meski dikenal sebagai artis sinetron.
"Dengan Ibu Megawati saya benar-benar ditempa untuk menjadi seorang politisi. Ibu bisa marah, marah benar, tapi menurutku kalau orang menanggapinya dengan rasionalitas dan juga hati yang disatukan, sebenarnya itulah cara mendidik Ibu Megawati kepada anak-anaknya, kader-kadernya," ujarnya.
Lebih lanjut, Rieke menekankan pentingnya sikap yang tidak emosional dalam politik.
"Jadi nggak perlu baperan, Ibu bilang politik nggak boleh baper, politik itu prinsip, politik itu adalah ideologi. Dan ideologi itu bukan sesuatu yang statis, tapi harus menjadi working ideology, ideologi yang bekerja. Bekerjanya di mana? Karena ini partai politik, maka harus menghasilkan keputusan-keputusan politik," kata Rieke.
"Keputusan politik itu tergambarkan dalam kebijakan pembangunan di segala bidang kehidupan dan penghidupan, dengan syarat pentingnya adalah evidence based policy," kata Rieke menandaskan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5063505/original/044134900_1734951076-Infografis_SQ_Gertakan_Megawati_Jelang_Kongres_PDIP_2025.jpg)