Usaha Gagal dan Tak Punya Skill, Simak Kisah Inspiratif Farhan Merintis Karir Digital Marketing
arhan menyadari bahwa dunia kerja menuntut bukti nyata, bukan hanya niat dan semangat.
Sekitar dua bulan setelah usahanya gagal, Farhan Abyandzaka berada di titik sulit. Dia kesulitan mencari pekerjaan karena tidak memiliki portofolio maupun keterampilan teknis yang relevan. Meski memiliki dasar pengetahuan bisnis, dia menyadari bahwa itu belum cukup untuk menembus bidang digital marketing yang diincarnya.
Situasi tersebut membuatnya berpikir ulang tentang arah karier. Farhan menyadari bahwa dunia kerja menuntut bukti nyata, bukan hanya niat dan semangat. Dia pun mencari jalan agar bisa membangun kemampuan baru yang bisa diandalkan.
"Saya memang punya basic entrepreneur & business skills, tapi skill penunjang untuk bisa masuk ke dunia digital marketing belum ada. Bahkan pengalaman magang pun saya enggak punya, jadi tantangannya lumayan berat," ujar Farhan.
Perjalanan barunya dimulai ketika dia memutuskan mengikuti bootcamp di bidang digital marketing bersama dibimbing.id. Dari sana, dia mulai mempelajari strategi pemasaran digital yang bisa diterapkan, baik untuk kebutuhan bisnis pribadi maupun saat melamar pekerjaan. Farhan menilai materi yang dipelajari langsung memberi dampak nyata.
"Menurutku, kalau mau serius mulai karir di digital marketing, kita memang butuh mentor yang tepat. Bootcamp atau pelatihan gratis dan murah memang banyak, tapi yang benar-benar aplikatif dan terbukti bisa masuk ke portfolio aku, ya dibimbing," katanya.
Dia juga menambahkan, jika tidak mengambil kesempatan tersebut, dirinya mungkin hanya akan terjebak di pekerjaan yang tidak sesuai minat.
Platform Monitoring
Dibimbing sendiri dikenal sebagai platform yang fokus menyediakan bootcamp dan program mentoring untuk berbagai bidang digital. Programnya menekankan pada penerapan praktis, sehingga peserta tidak hanya belajar teori, tetapi juga menghasilkan portofolio yang dapat digunakan saat mencari pekerjaan.
Perusahaan ini juga baru meluncurkan kelas digital marketing offline dengan konsep eksklusif. Setiap angkatan hanya dibatasi untuk 12 orang peserta. Tujuannya, agar interaksi dengan mentor lebih intensif dan proses belajar berlangsung lebih cepat.
Farhan sendiri mengaku antusias dengan langkah baru tersebut. Ia melihat konsep kelas eksklusif ini bisa memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi peserta baru.
"Kalau nggak ambil kesempatan ini, mungkin aku bakal stuck di pekerjaan yang nggak aku suka, kerja asal-asalan hanya demi dapat gaji. Padahal deep down, itu bukan aku banget," ujarnya.
Perjalanan Farhan menunjukkan bagaimana kegagalan usaha bisa menjadi titik balik. Dari keterpurukan, dia menemukan jalan baru dengan keterampilan yang lebih relevan di dunia kerja. Kini, dia merasa lebih siap menghadapi tantangan karier dengan bekal yang telah dipelajari.