Ubah Kebiasaan Ini Ternyata Bisa Bikin Gen Z Beli Rumah
Harga rumah terus mengalami kenaikan terutama di wilayah perkotaan.
Survei Property Perspective from Gen Z oleh Jakpat pada pertengahan 2023, mencatat bahwa 36 persen dari 587 responden Gen Z memilih untuk menyewa atau mengontrak dibandingkan membeli rumah baru.
Alasan terbesar Gen Z memilih untuk mengontrak rumah dibandingkan adalah karena belum siap secara finansial. Mengingat, harga rumah terus mengalami kenaikan terutama di wilayah perkotaan.
Padahal, masih terdapat sejumlah cara yang dapat dilakukan gen z untuk membeli rumah pertama. Berikut tipsnya;
5 Langkah Cerdas
1. Menetapkan target
Melansir laman Allianz.com, Senin (10/2), hal pertama yang harus kamu lakukan Gen Z untuk membeli rumah impian ialah menentukan target tabungan.
Dengan target yang ada, secara otomatis akan memudahkan untuk menyesuaikannya pengeluaran dengan penghasilan per bulan.
2. Menggunakan rekening berbeda
Menabung adalah kunci utama untuk memiliki dana membeli rumah. Jika kamu memiliki kebiasaan menabung dengan sisa gajimu, maka sebaiknya kamu mulai mengubahnya.
Anda bisa mulai untuk menentukan berapa besar dana yang akan kamu simpan dari awal dan langsung memisahkannya dengan menggunakan rekening yang berbeda. Penggunaan rekening yang berbeda ini untuk mengontrol arus keuangan agar tetap sehat.
3. Menghindari pola hidup konsumtif
Umumnya pengeluaran terbesar Gen Z banyak dialokasikan hanya untuk memenuhi gaya hidup. Jika, Anda memiliki niat untuk membeli rumah sebaiknya hentikan kebiasaan buruk tersebut.
"Pola hidup konsumtif seperti ini menjadi penghambat utama untuk menabung," sebut Allianz.
4. Mencari penghasilan tambahan
Setelah berhasil menekan pengeluaran untuk gaya hidup yang tidak prlu. Selanjutnya, Anda harus sesegera mungkin untuk mencari pendapatan tambahan. Penghasilan tambahan ini untuk mempercepat target tabungan.
5. Melunasi utang
Sebelum kamu membeli rumah, sebaiknya kamu melunasi semua utang atau kredit terlebih dulu. Karena seperti yang kita tahu, utang merupakan beban yang membuat pengelolaan keuangan semakin sulit karena nilai bunga yang membengkak.