Trivia PAD Bojonegoro: DPRD Dorong Pemkab Capai Target PAD Rp1,06 Triliun di 2025, Naik Signifikan!
DPRD Bojonegoro mendesak Pemerintah Kabupaten untuk merealisasikan Target PAD Bojonegoro sebesar Rp1,06 triliun pada tahun 2025. Akankah target ambisius ini dapat tercapai dengan strategi yang ada?
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, secara tegas meminta pemerintah setempat untuk merealisasikan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2025. Target ambisius tersebut dipatok sebesar Rp1,06 triliun, menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang sebesar Rp944,61 miliar.
Permintaan ini disampaikan langsung oleh Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Bojonegoro, Sally Atyasasmi, pada Selasa (17/9) di Bojonegoro. Menurut Sally, angka ini merupakan target yang sangat optimistis mengingat riwayat PAD Bojonegoro yang sebelumnya selalu berada di bawah angka Rp1 triliun.
Kenaikan Target PAD Bojonegoro ini tercantum dalam penyusunan rancangan akhir Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Bojonegoro Tahun 2026. Data tersebut menjadi landasan kuat bagi DPRD untuk mendesak Pemkab agar bekerja keras mencapai proyeksi pendapatan daerah yang lebih tinggi.
Target Ambisius PAD Bojonegoro 2025
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro memiliki target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp1,06 triliun untuk tahun 2025. Angka ini merupakan peningkatan yang cukup besar dari realisasi PAD tahun 2024 yang mencapai Rp944,61 miliar.
Kenaikan Target PAD Bojonegoro ini menunjukkan optimisme pemerintah daerah dalam menggenjot pendapatan. Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Bojonegoro, Sally Atyasasmi, menyatakan, "Ini target yang cukup optimistis karena tahun-tahun sebelumnya kita selalu pasang di bawah Rp1 triliun." Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa target tersebut merupakan langkah maju yang signifikan bagi keuangan daerah.
Peningkatan target PAD ini diharapkan dapat mendukung berbagai program pembangunan di Bojonegoro. Dengan pendapatan yang lebih tinggi, Pemkab memiliki ruang fiskal yang lebih besar untuk membiayai infrastruktur, layanan publik, dan program kesejahteraan masyarakat.
Strategi Optimalisasi Pendapatan Daerah
Untuk mencapai Target PAD Bojonegoro Rp1,06 triliun, Pemkab perlu melakukan optimalisasi dari berbagai sumber pendapatan. Salah satu pilar utama adalah pendapatan pajak daerah, yang ditargetkan naik dari Rp183,58 miliar pada 2024 menjadi Rp240,58 miliar di 2025.
Selain pajak, retribusi daerah juga menjadi fokus peningkatan, dengan target sebesar Rp565,60 miliar. Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan diharapkan menyumbang Rp147,44 miliar, dan PAD lain-lain yang sah sebesar Rp186,97 miliar. Optimalisasi ini memerlukan evaluasi menyeluruh terhadap potensi pendapatan yang belum tergali.
DPRD Bojonegoro menekankan pentingnya upaya lebih lanjut dalam optimalisasi retribusi dan hasil pengelolaan kekayaan daerah. Langkah-langkah strategis perlu diambil untuk memastikan setiap potensi pendapatan dapat dimaksimalkan demi tercapainya target PAD Bojonegoro.
Peran BUMD dan Sektor Pariwisata dalam Peningkatan PAD
Peningkatan kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) menjadi kunci dalam mendongkrak hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan. DPRD Bojonegoro mendorong BUMD untuk meningkatkan deviden yang disetorkan ke kas daerah melalui perencanaan bisnis yang matang dan pemanfaatan peluang.
Sally Atyasasmi menjelaskan, "Hal itu bisa dilakukan melalui perencanaan bisnis dan opportunity yang bisa diambil agar kinerja dan pendapatan BUMD semakin meningkat." Ini menunjukkan bahwa BUMD diharapkan tidak hanya beroperasi, tetapi juga berinovasi untuk memberikan kontribusi lebih.
Sektor pariwisata juga memiliki potensi besar untuk meningkatkan pendapatan daerah melalui retribusi. Peningkatan kualitas layanan, ekspansi, dan inovasi pada tempat wisata sangat diperlukan. "Pengelolaan wisata tersebut disinergikan dengan penyelenggaraan event pariwisata dan kebudayaan, bekerja sama dengan pihak ketiga sektor pariwisata dan pelaku UMKM lainnya tentu akan menarik peningkatan pengunjung," tambah Sally, menyoroti pentingnya kolaborasi untuk menarik lebih banyak wisatawan dan meningkatkan Target PAD Bojonegoro.
Sumber: AntaraNews