The Fed Pangkas Suku Bunga, Ini Saham Diprediksi Bakal Cuan
Pengamat Pasar Modal, Reydi Octa menilai sektor perbankan berkapitalisasi besar menjadi kelompok pertama yang bakal merespons pemangkasan suku bunga The Fed.
Bank Sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed) kembali memangkas suku bunga acuannya sebesar 0,25 persen, menjadi kisaran 3,5 persen – 3,75 persen. Keputusan ini sesuai ekspektasi pasar yang memperkirakan 'hawkish cut', yaitu pemangkasan yang tetap dibayangi sikap hati-hati.
Meski demikian, langkah tersebut menunjukkan bahwa The Fed masih waspada menghadapi kondisi ekonomi dan inflasi yang belum sepenuhnya stabil.
Pengamat Pasar Modal, Reydi Octa menilai sektor perbankan berkapitalisasi besar menjadi kelompok pertama yang bakal merespons pemangkasan suku bunga The Fed.
Ia menjelaskan bahwa pemangkasan suku bunga biasanya langsung mendorong perbaikan ekspektasi ekonomi, sehingga dana segar lebih cepat mengalir ke saham-saham bank besar.
"Sektor yang paling cepat menanggapi pemangkasan suku bunga (The Fed) adalah perbankan big caps, mendorong awal rotasi dana masuk ke ihsg sebagai barometer perbaikan ekonomi," kata Reydi kepada Liputan6.com, Jumat (12/12).
Setelah perbankan, Reydi menyebut sektor konsumer dan properti berpotensi mengikuti sebagai penerima dampak positif berikutnya. Kedua sektor ini sensitif terhadap likuiditas dan penurunan biaya kredit, sehingga pemangkasan suku bunga menjadi katalis yang kuat.
"Kemudian setelahnya bisa muncul sektor konsumer dan properti," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa tren rotasi dana ini dapat memperbaiki sentimen pasar secara keseluruhan. Pergerakan awal perbankan dapat menjadi sinyal yang mendorong investor ritel dan institusi untuk kembali masuk ke pasar saham setelah periode volatilitas.
Prospek Capital Inflow
Menurut Reydi, peluang terjadinya capital inflow ke pasar saham Indonesia terbuka cukup besar, asalkan kondisi makro domestik tetap solid dan kompetitif dibanding bursa lain.
Pemangkasan suku bunga The Fed umumnya membuat investor global lebih berani mengalokasikan dana ke aset berisiko, termasuk emerging markets seperti Indonesia.
"Capital Inflow bisa cukup kuat apabila RI memiliki keadaan makro yang stabil dan solid dibanding bursa lain. pemangkasan suku bunga bisa buat investor global mangalokasikan dananya ke aset risiko tinggi," ujarnya.
Efek Pemangkasan Suku Bunga The Fed
Reydi juga menilai bahwa keputusan pemangkasan suku bunga The Fed terbaru tidak langsung membuat pasar reli karena investor sudah mengantisipasinya sejak jauh hari. Ketika keputusan akhirnya keluar, banyak pelaku pasar memilih melakukan aksi ambil untung.
"Ada, tinggal kita pantau terus konsistensi investor asing dalam akumulasi IHSG dua minggu kedepan. Tidak ada hambatan dari sentimen global. Pemangkasan The Fed terakhir kemarin tidak buat pasar reli, dimungkinkan karena pasar investor sudah memperkirakan dari jauh sebelumnya, sehingga saat pemangkasan terjadi, merupakan saatnya taking profit," pungkasnya.