Tak Hanya Kopdes Merah Putih, Menkop Pastikan 16 Program Kemenkop Lain Tetap Berjalan
Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan 16 Program Kemenkop strategis di luar Kopdes Merah Putih akan terus berjalan, memperkuat ekonomi berkeadilan. Apa saja program lainnya?
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono memastikan bahwa program-program strategis Kementerian Koperasi (Kemenkop) yang tidak termasuk dalam program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih akan tetap dilaksanakan. Pernyataan ini disampaikan dalam siaran pers yang diterima di Jakarta pada Sabtu, 25 Oktober, menekankan komitmen Kemenkop terhadap pengembangan koperasi nasional. Total ada 16 program kerja yang menjadi fokus kementerian, dengan sebagian di antaranya telah berjalan dan sebagian lainnya sedang dalam tahap perencanaan atau pelaksanaan.
Langkah ini diambil untuk memperkuat gerakan koperasi di seluruh Indonesia serta mewujudkan sistem ekonomi yang lebih berkeadilan bagi masyarakat. Menkop Ferry Juliantono menyoroti pentingnya koperasi sebagai koreksi terhadap dominasi sistem ekonomi neoliberal yang dinilai kurang berpihak pada keadilan. Oleh karena itu, Kemenkop berupaya memastikan semua inisiatif berjalan secara sinergis untuk mencapai tujuan tersebut.
Berbagai program ini dirancang untuk menjawab tantangan zaman dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif, baik di tingkat nasional maupun daerah. Dengan adanya 16 program kerja, Kemenkop berharap dapat menciptakan ekosistem koperasi yang tangguh dan adaptif, sehingga mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian bangsa.
Program Strategis Kemenkop di Luar Kopdes Merah Putih
Di antara 16 program kerja yang dicanangkan Kemenkop, beberapa inisiatif strategis telah menunjukkan capaian penting atau sedang dalam proses implementasi. Salah satu keberhasilan yang disoroti adalah penyatuan dualisme organisasi Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), yang diharapkan dapat memperkuat fondasi gerakan koperasi nasional secara signifikan. Penyatuan ini menjadi langkah krusial untuk menciptakan sinergi dan efisiensi dalam pengembangan koperasi.
Selain itu, Kemenkop juga tengah fokus pada sejumlah program prioritas lain yang bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan anggota koperasi. Program-program ini meliputi hilirisasi produk sawit melalui koperasi, yang akan membantu petani sawit mendapatkan harga yang lebih baik dan meningkatkan daya saing produk mereka. Inisiatif lainnya adalah pendirian bank khusus koperasi, yang diharapkan dapat mempermudah akses pembiayaan bagi koperasi di seluruh Indonesia.
Kemenkop juga memberikan perhatian khusus pada fasilitasi koperasi bagi pengemudi ojek daring, sebuah sektor yang berkembang pesat namun seringkali menghadapi tantangan dalam hal kesejahteraan dan perlindungan. Revitalisasi Institut Koperasi Indonesia (IKOPIN) juga menjadi bagian penting dari program strategis ini. Menkop Ferry Juliantono menyatakan, “Kami ingin IKOPIN kembali menjadi tempat lahirnya para penggerak koperasi yang tangguh dan adaptif terhadap tantangan zaman.”
Fokus Utama: Percepatan Kopdes Merah Putih
Meskipun banyak program lain yang berjalan, percepatan operasionalisasi Kopdes/Kel Merah Putih tetap menjadi fokus utama Kemenkop. Program ini menargetkan pendirian 80.000 unit koperasi desa/kelurahan dan ditargetkan rampung pada Maret 2026. Target ambisius ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memperkuat ekonomi di tingkat desa dan kelurahan secara menyeluruh.
Kopdes/Kel Merah Putih memiliki tiga fungsi utama yang dirancang untuk memberikan dampak langsung pada masyarakat. Pertama, koperasi ini akan menyalurkan kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau, membantu menstabilkan harga dan mengurangi beban pengeluaran masyarakat. Kedua, Kopdes/Kel Merah Putih akan berfungsi sebagai pengumpul atau offtaker produk masyarakat desa, memberikan jaminan pasar bagi hasil pertanian dan kerajinan lokal.
Ketiga, koperasi ini juga akan mendukung pelaksanaan program pemerintah seperti bantuan sosial, memastikan penyaluran yang lebih efektif dan tepat sasaran. Menkop Ferry Juliantono menyebutkan bahwa saat ini pembangunan fisik berupa gudang dan gerai sedang dilakukan di sekitar 5.000 titik, dan jumlah ini akan terus bertambah setiap hari. “Kalau dihitung mundur dari Maret 2026, maka akhir November atau Desember seluruh titik tanah di desa dan kelurahan harus mulai dibangun,” ujarnya.
Menkop Ferry Juliantono mengaku optimistis bahwa operasionalisasi Kopdes/Kel Merah Putih akan mendorong pertumbuhan ekonomi desa secara berkelanjutan. Ia meyakini bahwa program ini akan berkontribusi pada target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen. “Begitu kopdes beroperasi, ia akan tumbuh dan berkembang dengan sendirinya. Ini yang kami sebut sebagai self-propelling growth,” pungkasnya, menggambarkan potensi pertumbuhan mandiri dari koperasi-koperasi ini.
Sumber: AntaraNews