Menkop Ferry Juliantono: 27 Ribu Kopdes Merah Putih Telah Dibangun, Siap Tingkatkan Ekonomi Desa

Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengungkapkan 27 ribu Kopdes Merah Putih telah rampung, dengan puluhan ribu lainnya siap menyusul. Simak target Presiden dan tantangan pengembangan koperasi desa ini yang bertujuan meningkatkan ekonomi.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Menkop Ferry Juliantono: 27 Ribu Kopdes Merah Putih Telah Dibangun, Siap Tingkatkan Ekonomi Desa
Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengungkapkan 27 ribu Kopdes Merah Putih telah rampung, dengan puluhan ribu lainnya siap menyusul. Simak target Presiden dan tantangan pengembangan koperasi desa ini yang bertujuan meningkatkan ekonomi. (AntaraNews)

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono baru-baru ini menyatakan bahwa sebanyak 27 ribu Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih telah berhasil dibangun. Selain itu, ada 35 ribu Kopdes Merah Putih lainnya yang saat ini siap untuk dikembangkan di berbagai wilayah Indonesia. Pernyataan ini disampaikan Menkop Ferry Juliantono di Pekalongan, Jawa Tengah, dalam sebuah acara seminar perkoperasian.

Pembangunan Kopdes Merah Putih ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat perekonomian di tingkat desa dan kelurahan. Menkop Ferry Juliantono menekankan pentingnya peran koperasi ini dalam mengatasi berbagai permasalahan ekonomi lokal. Program ini diharapkan dapat menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat di pedesaan.

Presiden Republik Indonesia menargetkan penyelesaian pembangunan fisik gudang, gerai, serta kelengkapan Kopdes Merah Putih ini pada Maret 2026. Harapan besar ditujukan agar keberadaan koperasi ini dapat menjadi alat penjualan yang efektif dan mendorong perputaran uang di desa maupun kelurahan.

Menkop Ferry Juliantono menjelaskan bahwa proses inventarisasi data pembangunan Kopdes Merah Putih dilakukan secara intensif. "Akhir-akhir ini, kita kerja siang dan malam untuk terus menginventarisasi data. Setiap hari kita harus menginventarisir seribu titik," ungkapnya, menggambarkan dedikasi tim dalam proyek ini. Upaya ini memastikan bahwa data yang terkumpul akurat dan sesuai dengan kondisi lapangan.

Dengan 27 ribu Kopdes Merah Putih yang sudah berdiri dan 35 ribu lainnya yang akan segera dibangun, pemerintah menunjukkan komitmennya. Keberadaan koperasi ini diproyeksikan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara signifikan. Selain itu, Kopdes Merah Putih juga diharapkan dapat menjadi solusi konkret bagi berbagai permasalahan yang dihadapi oleh desa dan kelurahan.

Target ambisius dari Presiden untuk menyelesaikan seluruh infrastruktur fisik Kopdes Merah Putih pada Maret 2026 menunjukkan prioritas pemerintah. Presiden berharap, "keberadaan koperasi ini bisa menjadi alat penjualan di masyarakat dan perputaran uang di desa/kelurahan." Hal ini menegaskan visi koperasi sebagai penggerak ekonomi mikro.

Dalam seminar bertema "Risiko Hukum Digitalisasi Pada Koperasi" di Pusdiklat Kospin Jasa Pekalongan, Menkop Ferry Juliantono juga menyoroti berbagai kendala. Beberapa tantangan yang dihadapi koperasi di desa antara lain adalah belum adanya akses internet, desa yang belum teraliri listrik, serta kesulitan mendapatkan solar di wilayah pesisir. Kendala-kendala ini memerlukan perhatian khusus dari berbagai pihak.

Menghadapi berbagai tantangan tersebut, Menkop Ferry Juliantono mengakui bahwa tugasnya bertambah. "Jadi, tugas Menteri Koperasi ini harus bertambah karena harus mengurusi banyak hal juga," katanya. Ini menunjukkan kompleksitas dalam mengimplementasikan program koperasi secara merata di seluruh pelosok negeri.

Meskipun demikian, Menkop Ferry Juliantono tetap optimis dan berharap tugas-tugas yang diembannya dapat menuntaskan cita-cita besar ini. Ia melihat ini sebagai kesempatan sejarah karena Presiden memiliki pemihakan yang besar dan tegas pada koperasi. "Insya Allah ini merupakan kesempatan besar. Insya Allah Presiden mempunyai semangat untuk memperbesar koperasi," pungkasnya, menegaskan dukungan kuat dari pimpinan negara.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi