Ekspor Perdana Komoditas Sumsel Capai Rp1,6 Miliar, HIPMI Dorong Akses UMKM ke Pasar Global
Komoditas yang diekspor merupakan produk hilirisasi atau turunan, antara lain arang tempurung kelapa (coconut shell charcoal) sebanyak 46 ton ke Tiongkok.
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) resmi melepas pengiriman perdana berbagai komoditas unggulan ke pasar internasional melalui Pelabuhan Boom Baru, Palembang, Selasa (28/4).
Total nilai ekspor tersebut mencapai Rp1,6 miliar dengan negara tujuan Tiongkok, Taiwan, dan Prancis. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Selatan dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sumatera Selatan.
Pelepasan ekspor perdana ini juga dirangkaikan dengan pelantikan Basnom SSEXIM HIPMI Sumsel.
Komoditas yang diekspor merupakan produk hilirisasi atau turunan, antara lain arang tempurung kelapa (coconut shell charcoal) sebanyak 46 ton ke Tiongkok, coconut chips sebanyak 25 ton dan lada hitam 500 kg ke Taiwan, serta produk olahan kerupuk sebanyak 21 ton. Selain itu, turut dikirim komoditas lain seperti desiccated coconut, gula kelapa, hingga bubuk kayu manis.
Ketua BPD HIPMI Sumatera Selatan, Muhammad Puri Andamas, menyampaikan bahwa ekspor perdana ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang dalam membangun ekosistem kewirausahaan berbasis ekspor di daerah.
Menurutnya, kegiatan pelepasan ini bukan sekadar seremoni, melainkan awal dari gerakan untuk mendorong pengusaha muda Sumsel agar berani memanfaatkan peluang di pasar internasional dengan produk yang kompetitif.
HIPMI Sumsel, lanjut Puri, terus mendorong pengusaha muda melalui berbagai program seperti inkubasi bisnis, pendampingan, serta akses pembiayaan. Ia juga menyebutkan bahwa pihaknya menargetkan pengiriman ekspor dapat dilakukan setiap bulan.
"Ekspor ini juga selaras dengan arah kebijakan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan maupun Pemerintah Pusat yakni perluasan pasar. Potensi Sumatera Selatan sangat besar, tinggal kita mengelola, meningkatkan kualitas, dan menembus pasar baru di dunia," katanya.
Sikap OJK
Sementara itu, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumsel Babel, Arifin Susanto, menyampaikan dukungannya terhadap penguatan sektor usaha, khususnya bagi pengusaha muda.
Implementasi PED
"Saat ini sudah ada 9.020 pelaku usaha yang tergabung, dengan target mencapai 100 ribu Sultan Muda selama masa kepemimpinan Gubernur Sumsel Herman Daru," katanya.
Ia juga menekankan pentingnya implementasi Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) serta peran Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dalam memperluas akses pembiayaan, meningkatkan kualitas produk, dan membuka akses pasar global.