Investor Jerman Lirik Potensi Hilirisasi Kelapa di Jambi, Siap Dorong Ekspor

Investor asal Jerman menunjukkan ketertarikan pada potensi hilirisasi kelapa di Tanjung Jabung Timur, Jambi, membuka peluang besar untuk pengembangan industri berorientasi ekspor dan peningkatan ekonomi lokal.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Investor Jerman Lirik Potensi Hilirisasi Kelapa di Jambi, Siap Dorong Ekspor
Investor asal Jerman menunjukkan ketertarikan pada potensi hilirisasi kelapa di Tanjung Jabung Timur, Jambi, membuka peluang besar untuk pengembangan industri berorientasi ekspor dan peningkatan ekonomi lokal. (AntaraNews)

Investor asal Jerman menunjukkan minat serius terhadap pengembangan strategi hilirisasi kelapa di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur), Provinsi Jambi, sebagai produk unggulan daerah. Langkah ini ditandai dengan kunjungan tim ahli bersama perwakilan Kementerian PPN/Bappenas dan calon investor pada Jumat (10/4).

Kunjungan tersebut bertujuan untuk menjajaki potensi pengolahan bahan mentah kelapa menjadi berbagai produk bernilai tambah tinggi. Pemerintah daerah Tanjab Timur menyambut baik inisiatif ini, berkomitmen memberikan dukungan penuh bagi investasi yang masuk.

Inisiatif ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mengingat luasnya perkebunan kelapa di Tanjab Timur yang mencapai sekitar 51 ribu hektare.

Bupati Kabupaten Tanjab Timur, Dillah Hikmah Sari, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung penuh pengembangan industri kelapa. Ia menyatakan bahwa pemerintah siap memberikan "karpet merah" bagi investor yang ingin menanamkan modalnya di wilayah tersebut.

Dukungan ini didasari oleh potensi besar Tanjab Timur sebagai salah satu sentra kelapa terbesar di Jambi, dengan luas perkebunan mencapai lebih kurang 51 ribu hektare. Potensi ini sangat memungkinkan untuk diolah menjadi beragam produk bernilai tambah.

Bupati Dillah menambahkan, kehadiran investor menjadi solusi strategis di tengah kondisi efisiensi anggaran daerah. Investasi diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Hilirisasi kelapa merupakan bagian integral dari program strategis nasional yang didorong oleh pemerintah pusat melalui Kementerian PPN/Bappenas. Program ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas kelapa di seluruh Indonesia.

Melalui hilirisasi, kelapa dapat diubah menjadi berbagai produk turunan seperti minyak kelapa, santan, sabut kelapa, hingga tempurung. Proses ini tidak hanya menciptakan nilai ekonomi baru tetapi juga membuka lapangan kerja.

Investor asal Jerman, Philips Wallat, secara khusus menyampaikan ketertarikannya pada potensi kelapa di Tanjab Timur. Ia melihat daerah ini memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai pusat industri pengolahan kelapa yang berorientasi ekspor.

Philips Wallat saat ini masih melakukan kajian lebih mendalam terhadap potensi turunan kelapa, khususnya pada bagian sabut dan batok kelapa. Kedua komoditas ini dinilai memiliki nilai ekonomis tinggi dan prospek pasar yang menjanjikan.

Rencananya, sabut dan batok kelapa dari Tanjab Timur akan diteliti lebih lanjut di Jerman. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peluang pengembangan produk berbasis teknologi yang dapat bersaing di pasar internasional.

Langkah ini merupakan bagian dari penjajakan awal sebelum realisasi investasi. Harapannya, hasil penelitian dapat menciptakan inovasi produk turunan kelapa yang tidak hanya bernilai tambah tinggi, tetapi juga mampu menembus pasar ekspor dan memperkuat posisi Tanjab Timur sebagai sentra kelapa unggulan global.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi